Guru Ngaji Dibegal di Pondok Gede, Apa Daya Motor Raib Digasak Pelaku
Minggu, 22 November 2020 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula saat korban berangkat dari rumah kontrakannya di Gang H Ceman, hendak melaksanakan salat subuh berjamaah serta mengajar mengaji di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, Kampung Sawah, pada Minggu dinihari tadi sekitar pukul 03.30 WIB.
Korban mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 20 kilometer per jam menuju pondok pesantren yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggalnya. Namun, saat baru pertengahan perjalanan, korban mendapatkan tindakan kejahatan. Sepeda motor diambil para pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. (Baca: Ciduk 10 Orang Begal Pesepeda, 1 Pelaku Terkapar Didor Polisi)
Korban sudah merasa dibuntuti seusai keluar dari gang rumah kontrakannya. Korban hendak mengindar tapi terus dipepet hingga terjatuh. Setelah terjatuh pelaku yang berada dibelakang langsung turun dan mendekati korban sambil mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. ”Korban yang takut langsung pergi menyelamatkan diri meninggalkan motornya,” ujar Santri.
Korban sempat berteriak meminta tolong dan ingin mengejarnya. Namun rekan pelaku yang lain keburu datang. Apalagi kondisinya sepi dan tidak ada warga yang menyaksikan peristiwa pembegalan tersebut. Selain mengambil motor korban, pelaku juga turut membawa barang berharga yang ada di sepeda motor korban, yakni handphone, KTP, ATM, dan STNK asli.
Korban mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 20 kilometer per jam menuju pondok pesantren yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggalnya. Namun, saat baru pertengahan perjalanan, korban mendapatkan tindakan kejahatan. Sepeda motor diambil para pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. (Baca: Ciduk 10 Orang Begal Pesepeda, 1 Pelaku Terkapar Didor Polisi)
Korban sudah merasa dibuntuti seusai keluar dari gang rumah kontrakannya. Korban hendak mengindar tapi terus dipepet hingga terjatuh. Setelah terjatuh pelaku yang berada dibelakang langsung turun dan mendekati korban sambil mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. ”Korban yang takut langsung pergi menyelamatkan diri meninggalkan motornya,” ujar Santri.
Korban sempat berteriak meminta tolong dan ingin mengejarnya. Namun rekan pelaku yang lain keburu datang. Apalagi kondisinya sepi dan tidak ada warga yang menyaksikan peristiwa pembegalan tersebut. Selain mengambil motor korban, pelaku juga turut membawa barang berharga yang ada di sepeda motor korban, yakni handphone, KTP, ATM, dan STNK asli.
(thm)
Lihat Juga :