Terapkan 3M, KPU Depok Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara
Minggu, 22 November 2020 - 06:09 WIB
loading...
KPU Depok gelar simulasi pencoblosan dan penghitungan suara di masa pandemi Covid-19. Foto: R Ratna Purnama/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Selain itu dilakukan juga simulasi penggunaan Sirekap di tingkat TPS pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 yang dilaksanakan di TPS 11 Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas, Depok.
Ketua KPU Kota Depok Nana Sobharna mengatakan, pelaksanaan simulasi kali ini dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena pelaksanaan Pilkada Depok 2020 kali ini digelar di masa pandemi. (Baca juga: Jelang Debat Perdana Pilkada Depok, Ini Persiapan Afifah Alia )
“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus RW 03 Kelurahan Depok Jaya yang telah bersedia wilayahnya menjadi lokasi simulasi, salah satu alasan kami memilih tempat ini adalah sebagai bentuk penghargaan kami atas kreasi dan inovasi yang selalu ditampilkan oleh para KPPS di wilayah ini dalam setiap event pemilihan, terakhir pada pemilu serentak tahun 2019 lalu yang menampilkan kreasi TPS dengan nuansa nusantara,” kata Nana di lokasi, Sabtu 21 November 2020.
Dikatakan Nana, puncak dari seluruh tahapan pilkada sejak awal adalah nanti pada saat hari pencoblosan 9 Desember. Karenanya pihaknya ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara KPU di bawah utamanya adalah KPPS. (Baca juga: Kampanye Daring di Pilkada Depok Belum Dimaksimalkan )
“Kami ingin memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan yang akan dilakukan, mengingat pilkada yang kita laksanakan tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi covid-19, memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan hal baru di TPS terkait penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Nana menuturkan, ada hal baru yang akan diterapkan di TPS nanti kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan. Diantaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS. Seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja. Surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS.
“Sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal 1 meter, setiap pemilih sebelum masuk lokasi TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan” paparnya.
Ketua KPU Kota Depok Nana Sobharna mengatakan, pelaksanaan simulasi kali ini dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena pelaksanaan Pilkada Depok 2020 kali ini digelar di masa pandemi. (Baca juga: Jelang Debat Perdana Pilkada Depok, Ini Persiapan Afifah Alia )
“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus RW 03 Kelurahan Depok Jaya yang telah bersedia wilayahnya menjadi lokasi simulasi, salah satu alasan kami memilih tempat ini adalah sebagai bentuk penghargaan kami atas kreasi dan inovasi yang selalu ditampilkan oleh para KPPS di wilayah ini dalam setiap event pemilihan, terakhir pada pemilu serentak tahun 2019 lalu yang menampilkan kreasi TPS dengan nuansa nusantara,” kata Nana di lokasi, Sabtu 21 November 2020.
Dikatakan Nana, puncak dari seluruh tahapan pilkada sejak awal adalah nanti pada saat hari pencoblosan 9 Desember. Karenanya pihaknya ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara KPU di bawah utamanya adalah KPPS. (Baca juga: Kampanye Daring di Pilkada Depok Belum Dimaksimalkan )
“Kami ingin memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan yang akan dilakukan, mengingat pilkada yang kita laksanakan tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi covid-19, memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan hal baru di TPS terkait penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Nana menuturkan, ada hal baru yang akan diterapkan di TPS nanti kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan. Diantaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS. Seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja. Surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS.
“Sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal 1 meter, setiap pemilih sebelum masuk lokasi TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan” paparnya.
Lihat Juga :