Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Rabu, 18 November 2020 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih, anggaran pemerintah daerah, termasuk bantuan dari pemerintah pusat untuk sektor pariwisata tersedot untuk penanganan COVID-19.
"Kalau mengandalkan APBN atau ABPD tidak akan selesai membangun pariwisata, apalagi kita (Disparbud Jabar) pun terkena re-focusing anggaran hampir Rp6 triliun untuk emergency kesehatan COVID-19," imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun menyambut baik kerja sama yang dibangun PTPN VIII dan BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar atau Jaswita Jabar terkait pengembangan objek wisata baru dalam ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020, Selasa (17/11/2020) kemarin.
"Lewat kerja sama tersebut, investor lain diharapkan segera melakukan kerja sama dalam pengembangan objek wisata baru mengingat besarnya market pariwisata Jabar. Apalagi, sekitar 70 persen milenial memiliki ketertarikan ke wisata alam, ini potensi yang perlu kita kolaborasikan bersama," katanya.
Sementara itu, Direktur PTPN VIII Muhammad Yudayat mengatakan, bisnis utama PTPN VIII selama ini adalah komoditas teh, sawit dan karet. Namun, saat ini, pihaknya ingin mengembangkan pariwisata potensial di lahan PTPN VIII.
"Sekarang kami melihat peluang lain, ada aset-aset kami yang optimalisasinya masih rendah yang bisa kami kembangkan. (Perkebunan teh) Ciwidey, Pangalengan, Gunung Mas, itu semua lahan-lahan milik PTPN VIII yang cocok dikembangkan untuk pariwisata," sebutnya.
"Kalau mengandalkan APBN atau ABPD tidak akan selesai membangun pariwisata, apalagi kita (Disparbud Jabar) pun terkena re-focusing anggaran hampir Rp6 triliun untuk emergency kesehatan COVID-19," imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun menyambut baik kerja sama yang dibangun PTPN VIII dan BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar atau Jaswita Jabar terkait pengembangan objek wisata baru dalam ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020, Selasa (17/11/2020) kemarin.
"Lewat kerja sama tersebut, investor lain diharapkan segera melakukan kerja sama dalam pengembangan objek wisata baru mengingat besarnya market pariwisata Jabar. Apalagi, sekitar 70 persen milenial memiliki ketertarikan ke wisata alam, ini potensi yang perlu kita kolaborasikan bersama," katanya.
Sementara itu, Direktur PTPN VIII Muhammad Yudayat mengatakan, bisnis utama PTPN VIII selama ini adalah komoditas teh, sawit dan karet. Namun, saat ini, pihaknya ingin mengembangkan pariwisata potensial di lahan PTPN VIII.
"Sekarang kami melihat peluang lain, ada aset-aset kami yang optimalisasinya masih rendah yang bisa kami kembangkan. (Perkebunan teh) Ciwidey, Pangalengan, Gunung Mas, itu semua lahan-lahan milik PTPN VIII yang cocok dikembangkan untuk pariwisata," sebutnya.
Lihat Juga :