Dituding Hanya Bikin Masalah, Pelajar dan Mahasiswa Sebut Itu Penghinaan

Selasa, 17 November 2020 - 15:43 WIB
loading...
Dituding Hanya Bikin...
Mahasiswa dan pelajar tergabung dalam massa aksi menolak pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di depan Gedung Kementerian dan Kebudayaan, Selasa (17/11/2020). SINDOnews/Okto Rizki Alpino.
A A A
JAKARTA - Mahasiswa dan pelajar tergabung dalam massa aksi menolak pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja ( Omnibus Law ) di depan Gedung Kementerian dan Kebudayaan. Mereka juga mengkritisi anggapan elite politik yang menilai mahasiswa dan pelajar hanya menimbulkan masalah.

Mereka menilai anggapan itu merupakan suatu penghinaan kepada generasi bangsa sebagai penerus tongkat pemerintahan. Massa yang mengatas namakan Komite Revolusi Pendidikan Indonesia menilai, sistem pendidikan saat ini sudah tidak lagi mengajarkan nilai-nilai luhur dari pendidikan itu sendiri. (Baca juga; Beraksi di DPR, Buruh dan Mahasiswa Kembali Tolak Omnibus Law )

Sistem pendidikan saat ini dianggap sudah mengkebiri kebebasan bereksperesi para pelajar dan mahasiswa. "Kita tidak merdeka dalam mengekspresikan kebebasan, katanya kampus merdeka, apanya yang merdeka," kata orator dari Komite Revolusi Pendidikan Indonesia di depan Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2020).

Menanggapi kondisi saat ini di tengah pandemi COVID-19, mahasiswa dan pelajar menuntut agar keadilan itu hadir di sektor pendidikan. Dalam kondisi sulit seperti saat ini mahasiswa dan pelajar tidak merasakan bantuan apa pun, kecuali kuota gratis. (Baca juga; Massa Buruh dan Mahasiswa Demo di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

"Dengan adanya Omnibus Law dan diterjang pandemi COVID-19 ekonomi orang tua kita semakin dipersulit. Oleh karena itu kita akan teruskan perjuangan ini ke seluruh lapisan masyarakat baik di desa dan perkotaan," ujarnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Rekomendasi
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Roket Milik Elon Musk...
Roket Milik Elon Musk Kembali Bikin Masalah bagi Penduduk Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved