Jelang Pencoblosan, KPU Surabaya: Pemilih Dikasih Sarung Tangan dan Masker
Senin, 16 November 2020 - 10:00 WIB
loading...
Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi menjelaskan tentang persiapan tahapan Pilwali Kota Surabaya. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 memiliki tata cara baru saat pencoblosan karena berlangsung di tengah pandemi COVID-19 . Guna menjaga keamanan pemilih, KPU menyiapkan berbagai alat pengaman diri bagi penyelenggara dan pemilih.
Ketua KPU Kota Surabaya , Nur Syamsi menjelaskan, berbagai persiapan memang terus dimatangkan jelang 23 hari lagi pelaksanaan pencoblosan. Logistik yang selama ini menjadi rutinitas seperti surat suara, alat pencoblosan serta bilik juga ditambah dengan alat pelindung diri bagi penyelenggara dan pemilih. (Baca juga: KPU Optimistis Gunakan Sirekap di Pilkada 2020)
“Jadi nanti pemilih sebelum masuk ke TPS akan diberi sarung tangan plastik. Mereka juga dikasih masker dan wajib cuci tangan,” kata Nur Syamsi, Senin (16/11/2020). (Baca juga: Bawaslu Ungkap Tiga Tantangan Penggunaan Sirekap di Pilkada 2020)
Ia melanjutkan, setelah mengunakan hak pilihnya, para warga juga tidak lagi mencelupkan tangannya ke tinta. Sebab, tinta bukti memilih nantinya akan diteteskan. Termasuk juga diarahkan untul membawa pulpen sendiri dari rumah.
“Sejak awal sampai akhir, kami berupaya untuk tidak terjadi kontak fisik selama pemilih memberikan hak pilihnya di TPS,” ungkapnya.
Ketua KPU Kota Surabaya , Nur Syamsi menjelaskan, berbagai persiapan memang terus dimatangkan jelang 23 hari lagi pelaksanaan pencoblosan. Logistik yang selama ini menjadi rutinitas seperti surat suara, alat pencoblosan serta bilik juga ditambah dengan alat pelindung diri bagi penyelenggara dan pemilih. (Baca juga: KPU Optimistis Gunakan Sirekap di Pilkada 2020)
“Jadi nanti pemilih sebelum masuk ke TPS akan diberi sarung tangan plastik. Mereka juga dikasih masker dan wajib cuci tangan,” kata Nur Syamsi, Senin (16/11/2020). (Baca juga: Bawaslu Ungkap Tiga Tantangan Penggunaan Sirekap di Pilkada 2020)
Ia melanjutkan, setelah mengunakan hak pilihnya, para warga juga tidak lagi mencelupkan tangannya ke tinta. Sebab, tinta bukti memilih nantinya akan diteteskan. Termasuk juga diarahkan untul membawa pulpen sendiri dari rumah.
“Sejak awal sampai akhir, kami berupaya untuk tidak terjadi kontak fisik selama pemilih memberikan hak pilihnya di TPS,” ungkapnya.
Lihat Juga :