Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Tim Danny-Fatma Mulai Bergulir di Kepolisian

Minggu, 15 November 2020 - 22:09 WIB
loading...
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Siti Roslina R (kiri), korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum pendukung pasangan calon pilwalkot Makassar. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum pendukung pasangan calon pilwalkot Makassar , Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi terhadap Siti Roslina R (30), mulai bergulir di meja kepolisian.

Dari surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan Polres Maros yang diterima SINDOnews, diterangkan bahwa aduan dugaan penganiayaan yang dilayangkan Siti Roslina R sudah diterima pihak penegak hukum. Selanjutnya, aparat kepolisian disebutkan akan melakukan penyelidikan.

Sebagai informasi, Siti Roslina R melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dirinya yang terjadi Sabtu kemarin di villa pribadi milik Moh Ramdhan Pomanto (DP) di Dusun Tokka, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Baca juga: Oknum Pendukung Danny-Fatma Diduga Kembali Lakukan Aksi Premanisme

Siti Roslina R sendiri merupakan Koordinator Kelurahan Paccerakkang Tim Relawan Pasangan Calon Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) . Ia melaporkan kejadian itu ke polisi bersama Pepy Ufriyanti, koordinator Kecamatan Biringkanayya Dilan.

Menurut Pepy ada dua saksi lain yang akan diminta keterangan terkait kasus ini, yakni mereka yang melihat kejadiannya langsung. "Sudah dilampirkan juga nama-nama mereka. Mungkin akan menunggu panggilan," ujar Pepy Nelfayanti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Minggu (15/11/2020).

Terkait perkembangan kasus tersebut, Pepy mengungkapkan bahwa korban mendapat beberapa telepon yang menyalahkan si korban. Penelpon yang menurut Pepy pendukung DP, meminta kepada ibu korban mencabut laporan.

"Saya tegaskan tidak bisa. Jangan mau menurut mereka. Proses hukum harus terus berlanjut," tegasnya.

Pepy melanjutkan, pendukung DP yang tinggal di satu wilayah, menyalahkan korban, karena dengan kasus ini ikut berdampak kepada mereka. "Kalau merasa benar silahkan. Memang si korban tidak ada undangannya karena dia hanya mengantar. Selain itu juga belum ada sesi untuk kelurahan," terangnya.

Siti Roslina, jelasnya, tidak pernah naik ke atas lokasi acara. Apalagi dari tempat parkir lumayan jauh. Dia jongkok bersama anaknya di tempat parkiran menunggu ibunya.

"Sebelumnya ibu Roslina bernama Ny Rajja Lawa, yang merupakan ketua RT yang diundang Tim DP sudah menyampaikan ke pihak pengundang bahwa tidak bisa ikut dengan mobil. Maka diantar sama anaknya pakai motor," terangnya.

Jadi, tambah Pepy, Roslina hadir di vila DP bukan dalam rangka menyusup atau memata-matai, tapi karena mengantar ibunya yang diundang Tim DP.

Menurut Pepy, Tim DP memang sering mengundang ketua RT dan RW untuk hadir di vila DP dalam rangka nenggalang dukung terkait pilwalkot Makassar .

Baca juga: Tim Sukses Appi-Rahman Ditikam OTK di Area Debat Pilwalkot Makassar

"Kejadiannya itu saat koordinator kelurahan (korban) mengantar ibunya yang juga ketua RT menghadiri undangan Pak Danny. Semua RT/RW. Koordinator kelurahan saya ini memang setiap hari itu mengantar orang tuanya karena ortunya tidak bisa bawa kendaraan. Nah RT RW mendapat undangan dari pak Danny di villanya Tokka Maros," jelasnya menceritakan kronologis kejadian berdasarkan keterangan dari korban.

"Jadi si korban itu kapasitasnya hanya mengantar, otomatis tidak bisa naik ke lokasi (Villa) pertemuan, hanya sampai di parkiran," jelas Pepy.

Hingga berita ini diturunkan, SINDOnews masihberusaha menghubungi pihakMoh Ramdhan Pomanto-Fatmawati untuk dimintai tanggapan.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Erin Wartia Buka Suara...
Erin Wartia Buka Suara soal Ajakan Damai Mantan ART, Singgung Gugatan Rp1,1 Miliar
Babak Baru Kasus Dugaan...
Babak Baru Kasus Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Wartia, Herawati Bawa Bukti ke Polisi
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Rekomendasi
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026–2029 Resmi Ditetapkan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Berita Terkini
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
Jadi Kawasan Strategis...
Jadi Kawasan Strategis Jakarta, PPK Kemayoran Berbenah
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Dukung Program Pemerintah,...
Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
Pelajar Perakit Bom...
Pelajar Perakit Bom di MAN 3 Padang Belajar dari Internet, Terinspirasi Kasus Bom SMA 72 Jakarta
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved