4 Mentri Saksikan Simulasi Penyelamatan Wisatawan Tenggelam di Labuan Bajo
Kamis, 12 November 2020 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Menparekraf, Wishnutama menyampaikan, gelaran Simulasi tanggap darurat di Labuan Bajo merupakan pilot project yang melibatkan kerja sama 23 kementrian dan lembaga dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Untuk buat pariwisata itu maju kata dia, bukan hanya infrastruktur, bukan hanya keindahan alam, tetapi juga bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Dan ini untuk pertama kalinya dilakukan persiapan atau SOP atau protokol Kesehatan Keselamatan dan Keamanan yang secara terintegrasi dengan berbagai lembaga yang mendukung. “Ini saya rasa hal yang sangat penting untuk menuju pariwisata yang berkualitas. Ini harus kita dukung terus dan akan kita lakukan di Destinasi Pariwisata yang lain,” kata Menteri Wishnu. (Baca Juga: Menparekraf Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan saat Libur Panjang)
Rasa optimistis juga disampaikan oleh Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina. Menurutnya, simulasi tanggap darurat dan bencana diharapkan mampu memberikan kepastian bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Penerapan protokol CHSE disetiap Destinasi Prioritas ini nanti mampu menjamin keamanan, Kesehatan dan Keselamatan para wisatawan. Pasca pandemi ini orang akan memiliki preferensi khusus berbeda terkait Pariwisata. Dan yang menjadi persyaratan utama apakah lokasi tersebut Sehat, Aman dan Nyaman untuk mereka hadir.
“Penerapan Protokol CHSE (Clean, Health and Safety Environment) ini adalah untuk memastikan bahwa wisatawan tau Destinasi Labuan Bajo ini sudah siap dan aman untuk mereka kunjungi. Dan tentunya itu akan menjadi nilai tambah buat kita di sini, karena orang akan memilih Labuan Bajo karena mereka percaya mereka akan selamat dan aman disini,” tandasnya.
Dan ini untuk pertama kalinya dilakukan persiapan atau SOP atau protokol Kesehatan Keselamatan dan Keamanan yang secara terintegrasi dengan berbagai lembaga yang mendukung. “Ini saya rasa hal yang sangat penting untuk menuju pariwisata yang berkualitas. Ini harus kita dukung terus dan akan kita lakukan di Destinasi Pariwisata yang lain,” kata Menteri Wishnu. (Baca Juga: Menparekraf Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan saat Libur Panjang)
Rasa optimistis juga disampaikan oleh Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina. Menurutnya, simulasi tanggap darurat dan bencana diharapkan mampu memberikan kepastian bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Penerapan protokol CHSE disetiap Destinasi Prioritas ini nanti mampu menjamin keamanan, Kesehatan dan Keselamatan para wisatawan. Pasca pandemi ini orang akan memiliki preferensi khusus berbeda terkait Pariwisata. Dan yang menjadi persyaratan utama apakah lokasi tersebut Sehat, Aman dan Nyaman untuk mereka hadir.
“Penerapan Protokol CHSE (Clean, Health and Safety Environment) ini adalah untuk memastikan bahwa wisatawan tau Destinasi Labuan Bajo ini sudah siap dan aman untuk mereka kunjungi. Dan tentunya itu akan menjadi nilai tambah buat kita di sini, karena orang akan memilih Labuan Bajo karena mereka percaya mereka akan selamat dan aman disini,” tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :