Karang Taruna Ajak Masyarakat Perangi Politik Uang di Pilkada Bantul
Kamis, 12 November 2020 - 12:21 WIB
loading...
Karang Taruna Bantul mendeklarasikan gerakan anti politik uang dalam Pilkada Bantul. Foto/Ist
A
A
A
BANTUL - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bantul, 9 Desember mendatang, Karang Taruna Bantul mendeklarasikan Gerakan Anti Money Politic.
Gerakan tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat Bantul untuk berperan aktif dalam hajatan pilkada tanpa didasari iming-iming uang.
“Gerakan ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar dapat menentukan pilihan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas calon,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Bantul Nur Kholis dalam siaran pers, Kamis (12/11/2020).
Nur Kholis juga mengajak masyarakat Bantul khususnya pemuda, menolak segala bentuk jual beli suara. “Kita mengajak seluruh pemuda Karang Taruna di semua tingkatan mulai dari tingkat pedukuhan, desa, hingga kabupaten, secara bersama-sama memantau dan mencegah jangan sampai terjadi politik uang dalam Pilkada Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Nur Kholis menambahkan, gerakan bebas politik uang sepenuhnya didukung karang taruna di 933 dusun se-Bantul. (Baca juga: Pandemi COVID-19, Pilkada Serentak 2020 Dinilai Kurang Heroik)
Gerakan tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat Bantul untuk berperan aktif dalam hajatan pilkada tanpa didasari iming-iming uang.
“Gerakan ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar dapat menentukan pilihan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas calon,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Bantul Nur Kholis dalam siaran pers, Kamis (12/11/2020).
Nur Kholis juga mengajak masyarakat Bantul khususnya pemuda, menolak segala bentuk jual beli suara. “Kita mengajak seluruh pemuda Karang Taruna di semua tingkatan mulai dari tingkat pedukuhan, desa, hingga kabupaten, secara bersama-sama memantau dan mencegah jangan sampai terjadi politik uang dalam Pilkada Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Nur Kholis menambahkan, gerakan bebas politik uang sepenuhnya didukung karang taruna di 933 dusun se-Bantul. (Baca juga: Pandemi COVID-19, Pilkada Serentak 2020 Dinilai Kurang Heroik)
Lihat Juga :