Kisah Pasar Pabean dan Jalur Sutra Kolonial Belanda yang Membelah Surabaya

Kamis, 12 November 2020 - 09:53 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1950-an jumlah jembatan bertambah ke arah selatan, misalnya Jembatan Gubeng, Wonokromo, Sonokembang. Jembatan itu menjadi pendukung transportasi yang terus berkembang ke berbagai pemukiman.

Berdasarkan peta penggunaan lahan tahun 1825, pusat Kota Surabaya masih terletak di daerah Jembatan Merah. Mereka berada di bagian barat Jembatan Merah yang terdiri atas pemukiman orang Eropa. Sementara untuk kawasan penduduk Tionghoa, Arab dan Melayu berdiam di sebelah timur Jembatan Merah. Sedangkan penduduk asli Surabaya menyebar sepanjang Kalimas di sebelah selatan kota.

Sekitar abad 18, Kalimas juga menjadi sumber kehidupan baik sebagai bahan baku air untuk persawahan juga sebagai bahan baku air bersih. Proses pengolahan air Kalimas menjadi air bersih melalui penjernihan dengan overmangaanzure (KMnO4) dan tawas (alum).

Selanjutnya direbus dan disaring. Jika terjadi epidemi kolera, maka dianjurkan agar air yang telah dimasak sekalipun ditambah dengan zoutzuur. Selain sebagai sumber air, Kalimas juga menjadi penampung air untuk pematusan dan pembuangan limbah. Semua itu membuat warga Surabaya menjadi sejahtera. Pertanian berhasil dengan dukungan sungai yang memadai.

Bau ikan tongkol dan bawang merah begitu menyengat. Udara menjadi pekat dalam debu setelah ratusan karung tepung diturunkan dari kapal menuju truk bermuatan besar. Rasanya tak cukup bagi Pasar Pabean untuk menampung semua dagangan.

Kayu-kayu penyangga yang dijadikan tempat muatan ikan sudah disiapkan. Para buruh panggul masih cekatan memindahkan ikan dengan memakai sarung tangan hitam di tangannya. Mereka pecah dalam bising kendaraan. Sesekali riuh canda itu pecah ketika seorang gadis manis berkerudung melintas dihadapan mereka.

Mereka pun berdesakan. Saling bersenggolan karena jalan akses menuju pasar Pabean hanya cukup untuk satu kendaraan. Ketika ada kendaraan cukup besar maka mereka harus menepikan diri ke tembok. Menempelkan tubuh mereka untuk menghindari benturan dengan kendaraan yang melintas.

Tak ayal, jalan akses menuju pasar Pabean seperti Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Panggung sudah tak bisa dipakai melintas. Deretan kendaraan roda empat yang memuat berbagai dagangan sudah antre panjang. Tiap pekerjanya tak memiliki waktu jeda. Semuanya menunggu segera selesai menaikkan dagangan yang siap disitribusikan ke seluruh Surabaya maupun daerah lain di Jatim.

Denyut perdagangan itu masih terlihat. Pabean tetap menjadi pusaran perdagangan. Peredaran uang di sana menembus 24 jam, tak ada yang berhenti. Pabean sendiri merupakan tempat pemberhentian Kalimas yang dilakukan era terdahulu. Para buruh panggul kini menunggu ludruk di tepi kali dimulai. Hiburan bagi masyarakat pinggiran yang masih ada di Kalimas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut 500 Tahun Jakarta,...
Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Bakal Gelar Haul Ulama dan Pejuang Betawi
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pahlawan, Pejuang, hingga Tokoh Ulama Berpengetahuan Tinggi
Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Kisah Untung Suropati...
Kisah Untung Suropati Dihukum Cambuk dan Dipenjara Akibat Mencintai Anak Juragan Belanda
APBN 2027 Bisa Jadi...
APBN 2027 Bisa Jadi Alat Perjuangan Bangsa
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Wamensos Tegaskan Setiap...
Wamensos Tegaskan Setiap Pejuang Bangsa Berhak Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Rekomendasi
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Berita Terkini
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved