Netanyahu Sebut Gelombang Ke-2 Covid-19 Bisa Lenyapkan Umat Manusia
Sabtu, 09 Mei 2020 - 16:27 WIB
loading...
Perda Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/ABC
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memperingatkan partainya, Likud, bahwa jika laporan tentang gelombang kedua wabah virus COVID-19 itu benar maka akan dapat melenyapkan umat manusia.
Begitu laporan media Israel, Times of Israel, mengutip seorang anggota parlemen Israel yang tidak disebutkan namanya. Pernyataan Netanyahu dikatakan berasal dari laporan bahwa mereka yang telah sembuh dari penyakit mematikan itu kembali dinyatakan positif.
“Ada laporan dari luar negeri tentang kembali terinfeksi. Jika ini benar, maknanya bisa menjadi akhir dari umat manusia," kata anggota parlemen Israel itu meniru pernyataan Netanyahu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (9/5/2020).
Anggota parlemen Israel lainnya mengaku tidak ingat Netanyahu mengeluarkan pernyataan itu, tetapi mengkonfirmasi perdana menteri negara Zionis itu berbicara dengan bebas tentang "skenario anarki global".
Kutipan pernyataan tersebut dilaporkan berasal dari Netanyahu dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Moshe Bar Siman-Tov dalam pertemuan dengan kabinet para menteri dan sejumlah pejabat lainnya yang bertugas menangani pandemi virus Corona di negara itu.
Begitu laporan media Israel, Times of Israel, mengutip seorang anggota parlemen Israel yang tidak disebutkan namanya. Pernyataan Netanyahu dikatakan berasal dari laporan bahwa mereka yang telah sembuh dari penyakit mematikan itu kembali dinyatakan positif.
“Ada laporan dari luar negeri tentang kembali terinfeksi. Jika ini benar, maknanya bisa menjadi akhir dari umat manusia," kata anggota parlemen Israel itu meniru pernyataan Netanyahu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (9/5/2020).
Anggota parlemen Israel lainnya mengaku tidak ingat Netanyahu mengeluarkan pernyataan itu, tetapi mengkonfirmasi perdana menteri negara Zionis itu berbicara dengan bebas tentang "skenario anarki global".
Kutipan pernyataan tersebut dilaporkan berasal dari Netanyahu dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Moshe Bar Siman-Tov dalam pertemuan dengan kabinet para menteri dan sejumlah pejabat lainnya yang bertugas menangani pandemi virus Corona di negara itu.
Lihat Juga :