Lebih Dekat dengan Suku Asli Australia Lewat NAIDOC Week 2020
Jum'at, 06 November 2020 - 20:12 WIB
loading...
NAIDOC Week 2020 kembali digelar Konsulat Jenderal Australia di Makassar dan Rumata’ Artspace. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - NAIDOC Week 2020 kembali digelar Konsulat Jenderal Australia di Makassar dan Rumata’ Artspace. Acara ini merupakan perayaan hubungan historis antara pencari teripang dari Makassar dengan masyarakat Yolŋu di Arnhem Land Australia Utara melalui diskusi webinar dan pameran virtual.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins mengatakan, event ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Makassar untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam tentang hubungan sejarah antara Australia Utara dan Sulawesi Selatan. Setiap tahun, NAIDOC Week dirayakan di seluruh Australia dan di beberapa tempat di belahan dunia untuk menghormati sejarah, budaya, dan prestasi penduduk suku asli Australia.
Bacajuga: Australia Catat Nol Kasus Harian Covid-19 untuk Pertama Kali
"Tahun ini, NAIDOC Week 2020 mengangkat tema ‘Always Was, Always Will Be’, sebuah pengakuan dan apresiasi kepada penduduk Aborigin dan penduduk asli Kepulauan Selat Torres yang telah menduduki dan merawat benua Australia selama lebih dari 65.000 tahun,” kata Bronwyn Robbins dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (6/11/2020).
Dia menyampaikan, webinar bakal membahas sejarah Makassar-Yolŋu sejak tahun 1700-an melalui kuliah umum oleh Peneliti Utama Laureate Global Encounters, Monash Indigenous Studies Center, Professor Lynette Russell AM.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins mengatakan, event ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Makassar untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam tentang hubungan sejarah antara Australia Utara dan Sulawesi Selatan. Setiap tahun, NAIDOC Week dirayakan di seluruh Australia dan di beberapa tempat di belahan dunia untuk menghormati sejarah, budaya, dan prestasi penduduk suku asli Australia.
Bacajuga: Australia Catat Nol Kasus Harian Covid-19 untuk Pertama Kali
"Tahun ini, NAIDOC Week 2020 mengangkat tema ‘Always Was, Always Will Be’, sebuah pengakuan dan apresiasi kepada penduduk Aborigin dan penduduk asli Kepulauan Selat Torres yang telah menduduki dan merawat benua Australia selama lebih dari 65.000 tahun,” kata Bronwyn Robbins dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (6/11/2020).
Dia menyampaikan, webinar bakal membahas sejarah Makassar-Yolŋu sejak tahun 1700-an melalui kuliah umum oleh Peneliti Utama Laureate Global Encounters, Monash Indigenous Studies Center, Professor Lynette Russell AM.
Lihat Juga :