FKM Unair Rekomendasikan PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang
Sabtu, 09 Mei 2020 - 08:30 WIB
loading...
Tim advokasi PSBB yang juga ahli kajian epidemiologi FKM Unair Surabaya, dr Windhu Purnomo.Foto/SINDONews/Lukman hakim
A
A
A
SURABAYA - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya merekomendasikan agar pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik diperpanjang.
Tim advokasi PSBB yang juga ahli kajian epidemiologi FKM Unair Surabaya, dr Windhu Purnomo menyatakan, masa perjalanan Covid-19 menginfeksi itu cukup lama bahkan hampir sebulan. Bukan hanya 14 hari seperti masa inkubasinya. Karena itu, pihaknya mengusulkan waktu PSBB ditambah 14 hari lagi apapun kurvanya karena 14 pertama itu hanya sebagai masa evaluasi.
“Kalau PSBB hanya 14 hari, virus ini masih bisa menularkan di Surabaya Raya walaupun kurva atau grafik sudah melandai tapi belum stabil. Sehingga kalau PSBB ini diputus (tidak diperpanjang) justru kami khawatir akan muncul gelombang kedua. Apapun kurva kasus baru, sebaiknya dilengkapi hingga 28 hari supaya tak terjadi gelombang kedua,” kata Windhu di Gedung Negara Grahadi.
Hasil kajian epidemiologis FKM Unair, masa perjalanan penularan virus corona menjadi empat kelompok. Kelompok pertama, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau No Symptoms masa infeksiusnya adalah 14 hari atau sama dengan masa inkubasi Covid-19. Kelompok ini jumlahnya sebanyak 30 persen dari jumlah total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim.
Kelompok kedua, untuk orang dengan gejala ringan yang masa infeksiusnya adalah 21 hari. Kelompok ini jumlahnya mendominasi yaitu sebanyak 55 persen. Kelompok ketiga, orang dengan gejala berat yang masa infeksiusnya dalah 25 hari. Pada kelompok ketiga ini jumlahnya sebanyak 10 persen dari jumlah orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.
Tim advokasi PSBB yang juga ahli kajian epidemiologi FKM Unair Surabaya, dr Windhu Purnomo menyatakan, masa perjalanan Covid-19 menginfeksi itu cukup lama bahkan hampir sebulan. Bukan hanya 14 hari seperti masa inkubasinya. Karena itu, pihaknya mengusulkan waktu PSBB ditambah 14 hari lagi apapun kurvanya karena 14 pertama itu hanya sebagai masa evaluasi.
“Kalau PSBB hanya 14 hari, virus ini masih bisa menularkan di Surabaya Raya walaupun kurva atau grafik sudah melandai tapi belum stabil. Sehingga kalau PSBB ini diputus (tidak diperpanjang) justru kami khawatir akan muncul gelombang kedua. Apapun kurva kasus baru, sebaiknya dilengkapi hingga 28 hari supaya tak terjadi gelombang kedua,” kata Windhu di Gedung Negara Grahadi.
Hasil kajian epidemiologis FKM Unair, masa perjalanan penularan virus corona menjadi empat kelompok. Kelompok pertama, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau No Symptoms masa infeksiusnya adalah 14 hari atau sama dengan masa inkubasi Covid-19. Kelompok ini jumlahnya sebanyak 30 persen dari jumlah total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim.
Kelompok kedua, untuk orang dengan gejala ringan yang masa infeksiusnya adalah 21 hari. Kelompok ini jumlahnya mendominasi yaitu sebanyak 55 persen. Kelompok ketiga, orang dengan gejala berat yang masa infeksiusnya dalah 25 hari. Pada kelompok ketiga ini jumlahnya sebanyak 10 persen dari jumlah orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.
Lihat Juga :