Pelaku Pembunuhan Guru Ngaji di Cibinong Terancam Penjara Seumur Hidup

Kamis, 05 November 2020 - 01:15 WIB
loading...
Pelaku Pembunuhan Guru...
Tim gabungan Unit Reserse Kriminal Polsek Cibinong dan Polres Bogor mengungkap kasus kematian guru ngaji yang mayatnya ditemukan dalam sumur. Ternyata korban dibunuh. SINDOnews/Haryudi
A A A
BOGOR - Pelaku pembunuhan guru ngaji Athiqotul Mahya (28) di Cibinong , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terancam hukuman penjara seumur hidup. Pasalnya, pelaku berinisial K alias A itu memang sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban sejak lama.

"Pasalnya 338, 340, 365, dan 351 Ayat (2) ancaman bisa seumur hidup karena berencana," kata Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil, Rabu (4/11/2020).

Diketahui, pelaku mendapat kesempatan untuk membunuh ketika melihat korban pulang ke rumah hanya bersama dua anaknya seusai mengikuti acara keagamaan pada Minggu 1 November 2020.

"Dia memang tetanggaan, ngeliat dari jauh lagi pulang bertiga sama anaknya. Pelaku masuk lewat jendela setelah tahu korban ada di dalam," jelas Kadek.

(Baca juga: Ternyata Guru Ngaji di Cibinong Bogor Tewas Dibunuh Terkait Utang ).

Dengan sadis, pelaku menyeret korban ke dapur dan dihabisi dengan cara ditendang dan dipukul. Dalam kondisi korban yang sekarat, pelaku memasukkan korban ke dalam sumur rumahnya.

"Korban kaget di ruang tamu ketemu sama pelaku. Pelaku nyeret korban ke dapur, di situ dihabisi dengan memukul dan menendang, tangan kosong. Pengakuan pelaku (korban dimasukkan ke sumur) masih ada napas, masih setengah kritis," ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga memastikan tidak ada unsur kekerasan seksual terhadap korban. Sehingga, motif pembunuhan murni hanya karena sakit hati.

(Baca juga: Kematian Guru Ngaji di Cibinong Bogor Misterius, Tetangga dan Polisi Curiga ).

"Pengakuan pelaku tidak ada. Pelaku memasukkan ke dalam sumur hanya spontan melihat ada sumur lalu ada niat buang di situ. Pelaku membuang korban dengan posisi kepala dan memakai daster. Mungkin di dalam sumur karena (pakai) daster jadi terbuka, karena kita tahu saat evakuasi tidak berbusana," pungkas Kadek.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved