Surat Cinta Santri buat Bobby Nasution dan Anis Matta
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah ini, Anis Matta mengungkapkan harapannya agar dari Rumah Quran ini lahir para hafidz, para penghafal Alquran yang bisa menjadi pemimpin bangsa. “Semoga menjadi pemicu seluruh umat Islam Indonesia, melalui program Rumah Quran, yang Insha Allah akan didirikan di seluruh pelosok Indonesia,” ucapnya.
Dengan begitu, sambung Anis, mudah-mudahan sebelum tamat SD, semua anak bisa menjadi hafis. Dan menjadi landasan atau fondasi bagi kerja besar anak nantinya.
Dalam kesempatan ini, Bobby Nasution menyampaikan ucapan terima kasihnya atas undangan peresmian Rumah Quran ini. Dia berharap, doa Anis Matta dapat terkabul, sehingga para santri bisa menjadi ustad nantinya. “Hari ini, Medan memang membutuhkan Rumah Quran, yang menjadi landasan dasar anak-anak untuk mendapatkan ilmu agama. Karena landasan umat Islam, harus Alquran,” ucap menantu Presiden Jokowi ini.
Sayangnya, imbuh Bobby, peraturan daerah (Perda) MDTA, yang sudah dibuat sejak tahun 2014 di Medan, hingga kini belum dijalankan lantaran terhalang peraturan wali kota (Perwal).
“Harusnya tahun 2018 sudah jadi perwalnya, sehingga anak-anak yang tamat SD, yang tersertifikasi Quran, baru bisa masuk SMP. Insya Allah, kami (Bobby-Aulia) nanti jadi, Perwal sebagai petunjuk teknis pelaksanaan akan dibuat. Sehingga Perda bisa dilaksanakan segera, dan landasan beragama bisa lebih kuat di Kota Medan,” tandasnya.
Dengan begitu, sambung Anis, mudah-mudahan sebelum tamat SD, semua anak bisa menjadi hafis. Dan menjadi landasan atau fondasi bagi kerja besar anak nantinya.
Dalam kesempatan ini, Bobby Nasution menyampaikan ucapan terima kasihnya atas undangan peresmian Rumah Quran ini. Dia berharap, doa Anis Matta dapat terkabul, sehingga para santri bisa menjadi ustad nantinya. “Hari ini, Medan memang membutuhkan Rumah Quran, yang menjadi landasan dasar anak-anak untuk mendapatkan ilmu agama. Karena landasan umat Islam, harus Alquran,” ucap menantu Presiden Jokowi ini.
Sayangnya, imbuh Bobby, peraturan daerah (Perda) MDTA, yang sudah dibuat sejak tahun 2014 di Medan, hingga kini belum dijalankan lantaran terhalang peraturan wali kota (Perwal).
“Harusnya tahun 2018 sudah jadi perwalnya, sehingga anak-anak yang tamat SD, yang tersertifikasi Quran, baru bisa masuk SMP. Insya Allah, kami (Bobby-Aulia) nanti jadi, Perwal sebagai petunjuk teknis pelaksanaan akan dibuat. Sehingga Perda bisa dilaksanakan segera, dan landasan beragama bisa lebih kuat di Kota Medan,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :