Melihat Sakralnya Ritual Mesaji Geding Kedaton Sukadana di Lombok Timur
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur melaksanakan ritual Mesaji. Foto iNews TV/Ramli N
A
A
A
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur melaksanakan ritual Mesaji. Ritual Mesaji dilaksanakan di Bale Beleq atau Geding Kedaton Sukadana, Kamis (29/10/2020).
Ritual ini diawali dengan membuat minyak murni dari kelapa dan pembacaan lontar kitab kitab kuno. Kemudian penyembelihan hewan seperti ayam atau kambing. Ada 251 ayam dan 1 ekor kambing disembelih dalam ritual kali ini. Semuanya dari warga dan diproses di lingkungan Bale Beleq.
Berikutnya, penyucian benda - benda pusaka seperti keris, pedang, tombak, kentungan dan gong yang tersimpan dalam Bale Beleq atau Geding Kedaton, diiringi musik tradisional sasak.
Tak hanya benda pusaka milik kedaton yang dicuci, warga pun berdatangan membawa benda pusaka masing-masing untuk dicuci di ritual Mesaji. (Baca: Usai Ditutup Polda Jambi, Tungku Pemasakan Minyak di Batanghari Kembali Beroperasi)
Setelah selesai penyucian benda - benda pusaka ini, baru dilanjutkan dengan zikir dan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.
Uniknya, bekas air yang digunakan untuk mencuci benda benda pusaka itu dimanfaatkan warga untuk membasuh wajah, bahkan air dan minyaknya dipercaya sebagai obat. Warga pun banyak yang datang hanya untuk meminta air atau minyak untuk dibawa pulang.
Ritual sakral ini hanya dilaksanakan pada hari Senin atau Kamis setelah tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Bisa diklik: Lagi, Satu Warga Salatiga Meninggal karena COVID-19)
Ritual ini diawali dengan membuat minyak murni dari kelapa dan pembacaan lontar kitab kitab kuno. Kemudian penyembelihan hewan seperti ayam atau kambing. Ada 251 ayam dan 1 ekor kambing disembelih dalam ritual kali ini. Semuanya dari warga dan diproses di lingkungan Bale Beleq.
Berikutnya, penyucian benda - benda pusaka seperti keris, pedang, tombak, kentungan dan gong yang tersimpan dalam Bale Beleq atau Geding Kedaton, diiringi musik tradisional sasak.
Tak hanya benda pusaka milik kedaton yang dicuci, warga pun berdatangan membawa benda pusaka masing-masing untuk dicuci di ritual Mesaji. (Baca: Usai Ditutup Polda Jambi, Tungku Pemasakan Minyak di Batanghari Kembali Beroperasi)
Setelah selesai penyucian benda - benda pusaka ini, baru dilanjutkan dengan zikir dan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.
Uniknya, bekas air yang digunakan untuk mencuci benda benda pusaka itu dimanfaatkan warga untuk membasuh wajah, bahkan air dan minyaknya dipercaya sebagai obat. Warga pun banyak yang datang hanya untuk meminta air atau minyak untuk dibawa pulang.
Ritual sakral ini hanya dilaksanakan pada hari Senin atau Kamis setelah tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Bisa diklik: Lagi, Satu Warga Salatiga Meninggal karena COVID-19)
Lihat Juga :