Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Makassar Blokade Jalan Sultan Alauddin
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:25 WIB
loading...
Aksi demo mahasiswa di Makassar tutup akses jalan perbatasan daerah. (Foto: iNews/Andi Deri).
A
A
A
MAKASSAR - Hari Sumpah Pemuda di Kota Makassar diwarnai sejumlah aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa. Salah satunya di Jalan Sultan Alauddin, yang merupakan akses penghubung Kota Makassar-Kabupaten Gowa. Di situ, mahasiswa memarkir truk dan memblokade jalan yang menjadi akses perbatasan daerah.
Pantauan awak media di lapangan, aksi dari aliansi Mahasiswa Dakwah ini membuat arus lalu lintas di Jalan Sultan Alauddin Makassar tersendat, Rabu (28/10/2020). Mereka menutup akses jalan di perbatasan Kota Makassar - Kabupaten Gowa.
Baca Juga: 21 Orang Diamankan Buntut Demo Ricuh di Jalan AP Pettarani
Mereka menutup akses tersebut dengan memarkirkan truk di tengah-tengah jalan. Truk tersebut lantas dipakai sebagai tempat para mahasiswa beroras i. Mereka juga membakar ban di tengah jalan, sehingga jalur tersebut tak bisa dilintasi pengendara.
Sebelumnya Hari Sumpah Pemuda menjadi ajang sejumlah elemen warga, dari buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
Polisi menyiagakan 1.800 personel dari jajaran Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel. Massa yang berunjuk rasa diminta menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan tidak melakukan aksi-aksi anarkistis.
Baca Juga: Kapolda Sulsel Sebut Demo Ricuh di Makassar karena Disusupi
Pantauan awak media di lapangan, aksi dari aliansi Mahasiswa Dakwah ini membuat arus lalu lintas di Jalan Sultan Alauddin Makassar tersendat, Rabu (28/10/2020). Mereka menutup akses jalan di perbatasan Kota Makassar - Kabupaten Gowa.
Baca Juga: 21 Orang Diamankan Buntut Demo Ricuh di Jalan AP Pettarani
Mereka menutup akses tersebut dengan memarkirkan truk di tengah-tengah jalan. Truk tersebut lantas dipakai sebagai tempat para mahasiswa beroras i. Mereka juga membakar ban di tengah jalan, sehingga jalur tersebut tak bisa dilintasi pengendara.
Sebelumnya Hari Sumpah Pemuda menjadi ajang sejumlah elemen warga, dari buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
Polisi menyiagakan 1.800 personel dari jajaran Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel. Massa yang berunjuk rasa diminta menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan tidak melakukan aksi-aksi anarkistis.
Baca Juga: Kapolda Sulsel Sebut Demo Ricuh di Makassar karena Disusupi
(tri)