Banten Keluar Dari 10 Besar Penyumbang Penyebaran COVID-19
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:48 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten melakukan kerjasama dalam meningkatkan derajat kesehatan dengan organisasi kemasyarakatan, terutama dalam pencegahan penangana Corona (COVID-19) di Banten. Kerjasama ini, dipandang akan lebih efektif dalam mencegah penularan COVID-19.
(Baca juga: Konflik Sengketa Lahan Dua Desa di Kerinci Pecah, Warga Bersenjata Parang dan Tombak Saling Serang)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sinergi Pemerintah Daerah Banten dengan organisasi kemasyarakatan merupakan sebuah keharusan. Hal ini disebabkan karena Dinas Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten.
"Kegiatan kolaborasi dapat dilakukan mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, kelurahan dan desa," katanya.
(Baca juga: Jumlah Napi Lapas Kerobokan Bali Positif COVID-19 Terus Bertambah, Sudah 91 Orang yang Terpapar) Dalam konteks penanganan COVID-19 di Banten, Dinkes Banten terus berupaya tanpa kenal lelah dalam memutus mata rantai penyebaran Corona di Banten. "Alhamdulillah berkat doa para ulama dan masyarakat Banten dan diiringi kerja keras aparat pemerintah daerah khususnya jajaran Dinkes, Banten dapat keluar dari 3 besar dan 10 besar daerah penyumbang pasien COVID-19 di Indonesia," katanya.
MUI Provinsi Banten mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten. MUI berkontribusi dengan mensosialisasikan Fatwa MUI terkait Pandemi Corona, kampanye 3M, dan mengeluarkan taushiyah terkait penanggulangan dampak COVID-19 dengan narasi agama.
Ketua Satgas Corona MUI Provinsi Banten, Dr H. Fadlullah, menyatakan bahwa MUI mulai gerakan hidup bersih dan sehat dari Masjid, Langgar, dan Musholla. "Dalam waktu dekat segera dilaksanakan bersama Puskesmas Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang dan Puskesmas Kecamatan Kasemen, Kota Serang," katanya.
Dalam kesempatan itu pula, Ketua Kwarda Pramuka Banten, Masduki, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi kerja keras Kadinkes Banten dan seluruh jajaran.
(Baca juga: Konflik Sengketa Lahan Dua Desa di Kerinci Pecah, Warga Bersenjata Parang dan Tombak Saling Serang)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sinergi Pemerintah Daerah Banten dengan organisasi kemasyarakatan merupakan sebuah keharusan. Hal ini disebabkan karena Dinas Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten.
"Kegiatan kolaborasi dapat dilakukan mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, kelurahan dan desa," katanya.
(Baca juga: Jumlah Napi Lapas Kerobokan Bali Positif COVID-19 Terus Bertambah, Sudah 91 Orang yang Terpapar) Dalam konteks penanganan COVID-19 di Banten, Dinkes Banten terus berupaya tanpa kenal lelah dalam memutus mata rantai penyebaran Corona di Banten. "Alhamdulillah berkat doa para ulama dan masyarakat Banten dan diiringi kerja keras aparat pemerintah daerah khususnya jajaran Dinkes, Banten dapat keluar dari 3 besar dan 10 besar daerah penyumbang pasien COVID-19 di Indonesia," katanya.
MUI Provinsi Banten mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten. MUI berkontribusi dengan mensosialisasikan Fatwa MUI terkait Pandemi Corona, kampanye 3M, dan mengeluarkan taushiyah terkait penanggulangan dampak COVID-19 dengan narasi agama.
Ketua Satgas Corona MUI Provinsi Banten, Dr H. Fadlullah, menyatakan bahwa MUI mulai gerakan hidup bersih dan sehat dari Masjid, Langgar, dan Musholla. "Dalam waktu dekat segera dilaksanakan bersama Puskesmas Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang dan Puskesmas Kecamatan Kasemen, Kota Serang," katanya.
Dalam kesempatan itu pula, Ketua Kwarda Pramuka Banten, Masduki, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi kerja keras Kadinkes Banten dan seluruh jajaran.
Lihat Juga :