Cetak Investasi Rp57,9 T, Jabar Tetap Diincar Investor di Tengah Pandemi
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari hingga Agustus 2020, Jabar menyumbang 16,28 persen atau 16,79 miliar dolar Amerika Serikat terhadap ekspor nasional disusul Jawa Timur sebesar 12,95 persen, dan Kalimantan Timur sebesar 8,44 persen.
Sedangkan berdasarkan data BPS Provinsi Jabar, ekspor Jabar pada Juli 2020 sendiri sebesar 2,21 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 12,48 persen dari Juni. "Ini menandakan pada saat COVID-19 kita jualan terus. Ekspor Jabar berhasil kita lakukan maksimal," tandasnya. (Baca: Penandatanganan 26 MoU Proyek Investasi di Jabar)
Sementara itu, Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Jabar, Ipong Witono mengaku telah menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Dalam pertemuan yang digelar Rabu (21/10/2020) lalu itu, Komite PED Jabar dan Bahlil membahas upaya Indonesia, termasuk Jabar, dalam menghadapi tekanan akibat pendemi COVID-19.
Menurut Ipong, inovasi BKPM dalam mewujudkan investasi di daerah, di antaranya memusatkan proses perizinan berusaha melalui sistem online single submission (OSS) memberikan dampak bagi perekonomian Jabar. "Pemulihan ekonomi di Jabar akan membawa dampak pada pemulihan ekonomi nasional. Program padat karya akan menguatkan struktur daya beli masyarakat yang saat ini rapuh," kata Ipong.
Sedangkan berdasarkan data BPS Provinsi Jabar, ekspor Jabar pada Juli 2020 sendiri sebesar 2,21 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 12,48 persen dari Juni. "Ini menandakan pada saat COVID-19 kita jualan terus. Ekspor Jabar berhasil kita lakukan maksimal," tandasnya. (Baca: Penandatanganan 26 MoU Proyek Investasi di Jabar)
Sementara itu, Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Jabar, Ipong Witono mengaku telah menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Dalam pertemuan yang digelar Rabu (21/10/2020) lalu itu, Komite PED Jabar dan Bahlil membahas upaya Indonesia, termasuk Jabar, dalam menghadapi tekanan akibat pendemi COVID-19.
Menurut Ipong, inovasi BKPM dalam mewujudkan investasi di daerah, di antaranya memusatkan proses perizinan berusaha melalui sistem online single submission (OSS) memberikan dampak bagi perekonomian Jabar. "Pemulihan ekonomi di Jabar akan membawa dampak pada pemulihan ekonomi nasional. Program padat karya akan menguatkan struktur daya beli masyarakat yang saat ini rapuh," kata Ipong.
(don)
Lihat Juga :