Pemprov DKI Diminta Segera Siapkah Langkah untuk Antisipasi Dampak La Nina
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 06:29 WIB
loading...
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta agar Pemprov DKI Jakarta segera merespons apa yang sudah diperingkat oleh BMKG terkait La Nina itu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) memastikan bahwa wilayah Jakarta, akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya. Tak hanya Ibu Kota sejumlah wilayah seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun akan mengalami dampak demikian.
Terkait hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera merespons apa yang sudah diperingkat oleh BMKG terkait La Nina itu. (Baca juga: Capai 4 Meter, BMKG Warning Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia)
“Prakiraan yang dirilis oleh BMKG ini mustinya direspons cepat oleh pemprov (DKI),” ujar Gembong saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).
Ia pun mendorong Pemprov DKI segera menyiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi adanya dampak dari adanya La Nina. Salah satunya adalah memonitoring seluruh perangkat banjir di Ibu Kota.
“Langkah yang harus dilakukan oleh pemprov adalah monitoring seluruh perangkat antisipasi banjir. Misalnya apakah seluruh pompa sudah dalam kondisi baik, apakah alat berat pengeruk sampah sudah berjalan dengan semestinya,” tegas Gembong.
Terkait hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera merespons apa yang sudah diperingkat oleh BMKG terkait La Nina itu. (Baca juga: Capai 4 Meter, BMKG Warning Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia)
“Prakiraan yang dirilis oleh BMKG ini mustinya direspons cepat oleh pemprov (DKI),” ujar Gembong saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).
Ia pun mendorong Pemprov DKI segera menyiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi adanya dampak dari adanya La Nina. Salah satunya adalah memonitoring seluruh perangkat banjir di Ibu Kota.
“Langkah yang harus dilakukan oleh pemprov adalah monitoring seluruh perangkat antisipasi banjir. Misalnya apakah seluruh pompa sudah dalam kondisi baik, apakah alat berat pengeruk sampah sudah berjalan dengan semestinya,” tegas Gembong.
Lihat Juga :