Aktivitas Pembangunan RSUD Baturaja Meningkat, Dishub OKU Tutup Sementara Jalan Dr Mohammad Hatta
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 03:01 WIB
loading...
Aktivitas pembangunan yang dinilai membahayakan pengguna lalulintas, Dinas Perhubungan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan bersama Satlantas akhirnya menutup Jalan Doktor Mohammad Hatta di depan Rumah Sakit Umum Baturaja. (Foto/SINDOnews/Widori A)
A
A
A
BATURAJA - Aktivitas pembangunan yang dinilai membahayakan pengguna lalulintas, Dinas Perhubungan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan bersama Satlantas akhirnya menutup Jalan Doktor Mohammad Hatta di depan Rumah Sakit Umum Baturaja.
Jalan ini ditutup sementara agar tak membahayakan pengguna jalan selama pembangunan berlangsung. Namun, akibat penutupan ini banyak pengendara terkejut dan harus memutar arah untuk menuju RSUD Baturaja dan beberapa kawasan dinkota Baturaja.
Dinas Perhubungan setempat berjanji penutupan itu hanya sementara, pasalnya hal ini dilakukan lantaran meningkatnya aktifitas pembangunan gedung rawat inap RSUD Baturaja sepekan terakhir.
BACA JUGA: Jalan Ditutup Saat Lebaran, Seorang Ibu di Mojokerto Ngamuk
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah mengungkapkan, penutupan jalan tersebut akibat aktifitas crane yang digunakan kontaktor untuk menyangkut material berada diatas jalan raya. Sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
Penutupan jalan tersebut berlaku bagi pengendara yang dari arah jembatan ogan satu dan dari arah jalan Ahmad Yani menuju jalan doktor Mohammad Hatta, penutupan tersebut akan berlangsung hingga sepuluh hari kedepan.
Masyarakat yang ingin ke UGD rumah Sakit Umum Baturaja bisa memutar jalan doktor Mohammad Hatta bakung Baturaja hingga pertigaan RS TNI Dokter Noesmir Baturaja.
BACA JUGA: Jalan Ditutup Kades, Bayi Meninggal karena Ibu Hamil Tak Bisa ke RS
“Penutupan ini dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan para pengendara karena aktifitas crane pembangunan berada tepat diatas jalan raya. Tapi ini hanya 10 hari saja kita sudah koordinasi,” kata Firman, Kamis (22/10/2020).
Dishub OKU juga meminta maaf kepada warga atas ketidak nyamanan tersebut, ia memastikan jalan tersebut tidak akan di tutup secara permanen.
Wara sendiri berharap jalan tersebut tidak ditutup secara permanen dan bisa secepatnya kembali digunakan pengendara.“Tentu mutarnya lebih jauh, kalau sementara yang tidak masalah tapi jangan sampai permanen,”ucap Deni warga OKU.
Jalan ini ditutup sementara agar tak membahayakan pengguna jalan selama pembangunan berlangsung. Namun, akibat penutupan ini banyak pengendara terkejut dan harus memutar arah untuk menuju RSUD Baturaja dan beberapa kawasan dinkota Baturaja.
Dinas Perhubungan setempat berjanji penutupan itu hanya sementara, pasalnya hal ini dilakukan lantaran meningkatnya aktifitas pembangunan gedung rawat inap RSUD Baturaja sepekan terakhir.
BACA JUGA: Jalan Ditutup Saat Lebaran, Seorang Ibu di Mojokerto Ngamuk
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah mengungkapkan, penutupan jalan tersebut akibat aktifitas crane yang digunakan kontaktor untuk menyangkut material berada diatas jalan raya. Sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
Penutupan jalan tersebut berlaku bagi pengendara yang dari arah jembatan ogan satu dan dari arah jalan Ahmad Yani menuju jalan doktor Mohammad Hatta, penutupan tersebut akan berlangsung hingga sepuluh hari kedepan.
Masyarakat yang ingin ke UGD rumah Sakit Umum Baturaja bisa memutar jalan doktor Mohammad Hatta bakung Baturaja hingga pertigaan RS TNI Dokter Noesmir Baturaja.
BACA JUGA: Jalan Ditutup Kades, Bayi Meninggal karena Ibu Hamil Tak Bisa ke RS
“Penutupan ini dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan para pengendara karena aktifitas crane pembangunan berada tepat diatas jalan raya. Tapi ini hanya 10 hari saja kita sudah koordinasi,” kata Firman, Kamis (22/10/2020).
Dishub OKU juga meminta maaf kepada warga atas ketidak nyamanan tersebut, ia memastikan jalan tersebut tidak akan di tutup secara permanen.
Wara sendiri berharap jalan tersebut tidak ditutup secara permanen dan bisa secepatnya kembali digunakan pengendara.“Tentu mutarnya lebih jauh, kalau sementara yang tidak masalah tapi jangan sampai permanen,”ucap Deni warga OKU.
(vit)
Lihat Juga :