Berdalih Ruangan Tertutup, DPRD DKI Bahas APBD di Puncak

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:48 WIB
loading...
Berdalih Ruangan Tertutup,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) DKI Jakarta 2020 mulai dibahas. Berbeda dari sebelumnya, pembahasan APBD Perubahan itu digelar di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/10/2020).

Berdasarkan surat undangan DPRD DKI Jakarta nomor 924 dan 925 perihal undangan rapat kerja komisi B dan Komisi C DPRD DKI Jakarta yang tersebar, pembahasan dan pendalaman terhadap rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta prioritas plafon anggaran sementara perubahan APBD digelar mulai pukul 09.00 WIB di ruang rapat grand Cempaka Cipayung Bogor, Jalan Raya Puncak Pass KM 17 Cipayung, Mega Mendung Bogor, Jawa Barat.

Undangan yang ditandatangani oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pada 20 Oktober itu hanya berlaku pada satu hari dan turut mengundang seluruh perangkat daerah terkait. Termasuk juga seluruh direktur utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, APBD DKI Jakarta Turun 50% )

Pelaksana Tugas (PLT) Sekertaris Dewan, Hadameon menjelaskan, alasan penyelenggaraan rapat DPRD DKI di kawasan Puncak lantaran ruang rapat di sana bisa diatur secara terbuka. Berbeda dengan Gedung DPRD yang tertutup dan menggunakan ruangan ber-AC.

"Alasan rapat di kawasan Puncak karena perlu ruang terbuka untuk antisipasi penyebarluasan Covid-19. Di sana, semua jendela-jendela kita buka. Kalau kantor kan tertutup semua, tak ada jendela. Kalau di sini kan bisa," jelasnya. (Baca juga: Perda P2APBD DKI Jakarta 2019 Disahkan, Anies Berpantun )

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak juga memiliki alasan yang menyebabkan DPRD menggelar rapat di luar kantornya. Menurutnya, saat ini Kantor DPRD sedang ditutup. Padahal, beberapa waktu lalu ada pengesahan Raperda menjadi Perda Tentang Penanggulangan Covid-19 di Jakarta.



Apalagi, kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) iitu saat ini hampir semua wilayah sedang diterpa pandemi Covid-19. Di mana, harus ada pembatasan kapasitas orang yang berada dalam satu ruangan.

"Hari ini kantor kan ditutup. Kalau kita pakai restoran di Jakarta, nanti orang-orang (publik) pada ribut. Kita harus tetap bekerja di masa pandemi. Sementara pembahasan mengenai anggaran ini kan harus selesai cepat, "pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved