Datangi Bobby Nasution, 5 Aktivis Minta Ada Shelter Bagi Anak Penderita HIV/AIDS
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:06 WIB
loading...
Lima aktivis pengentasan HIV/AIDS bersilaturahim dengan Calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution. Mereka membahas program penanganan penyakit yang disebabkan virus perusak kekebalan tubuh. (Foto/SINDOnews/Sartana)
A
A
A
MEDAN - Lima aktivis pengentasan HIV/AIDS bersilaturahim dengan Calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution . Mereka membahas program penanganan penyakit yang disebabkan virus perusak kekebalan tubuh.
Kelima aktivis tersebut adalah Samara Yudha dan Syafrinal (Jaringan Indonesia Positif), Sri Amanah (Medan Plus), Ida Purnama, Nur dan Mimin (Kpema/Kader Peduli Masyarakat).
Mereka berharap calon wali kota dengan nomor urut 2 ini dapat merancang program pembuatan shelter bagi pengidap HIV/AIDS, terutama yang berusia anak-anak (anak dengan HIV/AIDS, disingkat ADHA). (BACA JUGA: Satu Tersangka Pesta Gay Terbukti Mengidap HIV AIDS)
“Terkait dengan penanganan HIV, harus ada program yang memang bisa diimplenetasikan, terutama pengadaan shelter. Lantaran kami kebingungan menampung anak dengan HIV. Mereka biasanya ditinggal, karena orangtua yang sudah meninggal, dan butuh nutrisi yang cukup, susunya saja susu khusus,” ucap Yudha kepada Bobby Nasution dalam audiensi di Media Center Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Jalan Cik Di Trio, Medan Kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, sambung Yudha, sekitar 80 orang ADHA bisa ditangani dengan bantuan dari donatur. “Harapan kita dibuat shelter di Medan. Seperti di Solo yang sudah ada shelternya, tapi bukan punya pemerintah, milik pribadi,” terangnya.
Di kesempatan ini, Ketua Kpema, Ida Purnama menuturkan sejak terjun ke masyarakat tujuh tahun lalu, mereka belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, kader yang ada di 21 kecamatan di Medan selalu berada paling depan dalam penanganan kasus TB, gizi buruk dan HIV/AIDS.
Kelima aktivis tersebut adalah Samara Yudha dan Syafrinal (Jaringan Indonesia Positif), Sri Amanah (Medan Plus), Ida Purnama, Nur dan Mimin (Kpema/Kader Peduli Masyarakat).
Mereka berharap calon wali kota dengan nomor urut 2 ini dapat merancang program pembuatan shelter bagi pengidap HIV/AIDS, terutama yang berusia anak-anak (anak dengan HIV/AIDS, disingkat ADHA). (BACA JUGA: Satu Tersangka Pesta Gay Terbukti Mengidap HIV AIDS)
“Terkait dengan penanganan HIV, harus ada program yang memang bisa diimplenetasikan, terutama pengadaan shelter. Lantaran kami kebingungan menampung anak dengan HIV. Mereka biasanya ditinggal, karena orangtua yang sudah meninggal, dan butuh nutrisi yang cukup, susunya saja susu khusus,” ucap Yudha kepada Bobby Nasution dalam audiensi di Media Center Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Jalan Cik Di Trio, Medan Kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, sambung Yudha, sekitar 80 orang ADHA bisa ditangani dengan bantuan dari donatur. “Harapan kita dibuat shelter di Medan. Seperti di Solo yang sudah ada shelternya, tapi bukan punya pemerintah, milik pribadi,” terangnya.
Di kesempatan ini, Ketua Kpema, Ida Purnama menuturkan sejak terjun ke masyarakat tujuh tahun lalu, mereka belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, kader yang ada di 21 kecamatan di Medan selalu berada paling depan dalam penanganan kasus TB, gizi buruk dan HIV/AIDS.
Lihat Juga :