Cegah Pelajar Demo, Polres Undang Sudin Pendidikan dan Kepsek se Jakarta Selatan
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:14 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Polres Jakarta Selatan menggandeng Sudin Pendidikan dan kepala sekolah (Kepsek) se-Jakarta Selatan dalam upaya mencegah para pelajar terlibat aksi demo.
"Kami mengundang Kasudin 1 Pendidikan bersama sejumlah kepsek SMA dan SMP sederajat di Jakarta Selatan untuk berdiskusi tentang keterlibatan adik-adik kita yang ikut dalam kegiatan demo, yang mana akhir-akhir ini marak terjadi, khususnya di Jakarta Selatan," ujar Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto pada wartawan, Jumat (16/10/2020).
Menurut dia, sejauh ini, dari data Polres Jakarta Selatan selama dua kali demo terakhir tentang UU Ciptaker, ada 288 siswa yang diamankan. Adapun 57 siswa diantaranya murid dari 28 sekolah SMA dan SMP di Jakarta Selatan. Aedangkan sisanya ada yang dari Bogor, Depok, hingga Bekasi
"Ternyata kita paham dari Sudin Pendidikan Jaksel juga ada sistem, warning, dan pemberitahuan pada pihak sekolah, juga orang tua murid (terkait demo)," tuturnya. (Baca juga: Jangan Eksploitasi Pelajar untuk Demo Tolak UU Cipta Kerja)
Dia menerangkan, koordinasi inidilakukan sebagai langkah pencegahan mengingat pencegahan tersebut bukan hanya kerja polisi saja, tapi juga semua pihak. Jangan sampai para pelajar itu menjadi korban provokasi ataupun pelaku tindak pidana.
"Kami mengundang Kasudin 1 Pendidikan bersama sejumlah kepsek SMA dan SMP sederajat di Jakarta Selatan untuk berdiskusi tentang keterlibatan adik-adik kita yang ikut dalam kegiatan demo, yang mana akhir-akhir ini marak terjadi, khususnya di Jakarta Selatan," ujar Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto pada wartawan, Jumat (16/10/2020).
Menurut dia, sejauh ini, dari data Polres Jakarta Selatan selama dua kali demo terakhir tentang UU Ciptaker, ada 288 siswa yang diamankan. Adapun 57 siswa diantaranya murid dari 28 sekolah SMA dan SMP di Jakarta Selatan. Aedangkan sisanya ada yang dari Bogor, Depok, hingga Bekasi
"Ternyata kita paham dari Sudin Pendidikan Jaksel juga ada sistem, warning, dan pemberitahuan pada pihak sekolah, juga orang tua murid (terkait demo)," tuturnya. (Baca juga: Jangan Eksploitasi Pelajar untuk Demo Tolak UU Cipta Kerja)
Dia menerangkan, koordinasi inidilakukan sebagai langkah pencegahan mengingat pencegahan tersebut bukan hanya kerja polisi saja, tapi juga semua pihak. Jangan sampai para pelajar itu menjadi korban provokasi ataupun pelaku tindak pidana.
Lihat Juga :