Wow, Mantan Humas DPD PKS Dukung Pradi-Affiah
Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:45 WIB
loading...
Foto Bramastyo Bontas. Mantan Humas DPD PKS ini mendukung pasangan calon Wali Kota -Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia. Foto/Istimewa
A
A
A
DEPOK - Mantan Humas DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bramastyo Bontas banting stir mendukung pasangan calon Wali Kota -Wakil Wali Kota Depok , Pradi Supriatna-Afifah Alia. Padahal pasangan Pradi-Afifah diusung oleh Gerindra, PDIP dan sejumlah partai parlemen di DPRD Depok.
Bram menuturkan, dirinya mendukung Pradi-Afifah karena menganggap sebagai pasangan yang tepat. “Saya melihat secara logis Pak Pradi bisa menjalankan itu. Permasalahan utama kenapa saya memilih, karena ke depan janji yang ditawarkan kedua calonnya tidak akan berjalan kalau akses dukungan daerahnya enggak bisa naik,” kata Bram, Kamis (15/10/2020).
Dia menegaskan tidak ada faktor sakit hati terhadap Idris. Bram juga menegaskan tidak ada masalah dengan rezim sebelumnya. Hanya saja dia juga mengaku jarang berkomunikasi dengan Idris saat Bram menjabat sebagai pengurus PKS Depok.
“Dengan Pak Idris saya jarang banget berkomunikasi, bahkan hampir enggak ada ya. Jadi enggak ada, bukan dari sakit hati,” tegasnya. (Baca juga; Pradi-Afifah Janjikan Berobat Gratis Cukup Pakai KTP )
Bram mengaku, sempat beberapa kali mencoba menjalin komunikasi dengan Idris hanya saja tidak berjalan. Ditanya apakah ada juga mantan atau kader aktif PKS yang ikut memilih mendukung Pradi-Afifah, Bram menyebut kemungkinan ada. “Saya pikir ada ya, tidak mengutarakan secara jelas statement mungkin enggak, karena memang banyak hal yang melatarbelakangi itu,” katanya.
Bram menuturkan, dirinya mendukung Pradi-Afifah karena menganggap sebagai pasangan yang tepat. “Saya melihat secara logis Pak Pradi bisa menjalankan itu. Permasalahan utama kenapa saya memilih, karena ke depan janji yang ditawarkan kedua calonnya tidak akan berjalan kalau akses dukungan daerahnya enggak bisa naik,” kata Bram, Kamis (15/10/2020).
Dia menegaskan tidak ada faktor sakit hati terhadap Idris. Bram juga menegaskan tidak ada masalah dengan rezim sebelumnya. Hanya saja dia juga mengaku jarang berkomunikasi dengan Idris saat Bram menjabat sebagai pengurus PKS Depok.
“Dengan Pak Idris saya jarang banget berkomunikasi, bahkan hampir enggak ada ya. Jadi enggak ada, bukan dari sakit hati,” tegasnya. (Baca juga; Pradi-Afifah Janjikan Berobat Gratis Cukup Pakai KTP )
Bram mengaku, sempat beberapa kali mencoba menjalin komunikasi dengan Idris hanya saja tidak berjalan. Ditanya apakah ada juga mantan atau kader aktif PKS yang ikut memilih mendukung Pradi-Afifah, Bram menyebut kemungkinan ada. “Saya pikir ada ya, tidak mengutarakan secara jelas statement mungkin enggak, karena memang banyak hal yang melatarbelakangi itu,” katanya.
Lihat Juga :