Iqbal Suhaeb Ungkap Alasan Perpanjangan PSBB di Kota Makassar

Rabu, 06 Mei 2020 - 18:51 WIB
loading...
Iqbal Suhaeb Ungkap...
PSBB Makassar dipastikan akan diperpanjang untuk menekan penyebaran virus corona. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, Sulsel, yang berakhir pada Kamis (7/4/2020) besok akan diperpanjang. Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, sudah mengajukan perpanjangan pemberlakuan kebijakan itu kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, untuk diteruskan ke Kementerian Kesehatan guna mendapatkan izin.

Iqbal Suhaeb mengungkapkan PSBB tahap kedua dilakukan bukan karena PSBB saat ini gagal. Kebijakan itu murni untuk menekan laju penyebaran virus corona alias covid-19. Pihaknya menghindari terjadinya euforia dari masyarakat yang akan kembali berbaur karena menganggap penyebaran virus ini sudah selesai.

Baca Juga: Berakhir 7 Mei, Pj Wali Kota Pertimbangkan Memperpanjang PSBB

Kata Iqbal, bila PSBB tidak dilanjutkan dan masyarakat kembali beraktivitas normal, dikhawatirkan memicu terjadinya peningkatan kembali angka penyebaran. Untuk itu, pada PSBB tahap kedua pihaknya fokus membangun social engineering sehingga tercipta hidup normal dengan gaya baru.

"PSBB yang sedang berlangsung cukup berhasil menurunkan angka kematian, mengurangi angka penyebaran, termasuk meningkatkan angka pasien yang sembuh," jelasnya, Rabu (6/5/2020).

Iqbal melanjutkan PSBB tahap kedua juga sudah dikaji dan disepakati bersama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar serta pertemuan dengan Forkopimda Sulsel yang dipimpin oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Ditegaskannya lagi, kali ini fokusnya yakni membangun social engineering di tengah masyarakat Kota Makassar.

"Di tahap kedua ini kita akan fokuskan pada pembangunan social engineering yakni gerakan perubahan sosial secara terencana ditengah masyarakat untuk memulai hidup normal baru. Perubahan pola prilaku sesuai protocol kesehatan."

"Jadi pola penindakan di tahap kedua nanti lebih humanis, karena kita lihat sebagian warga kita sudah paham apa itu PSBB dan bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan," sambung Iqbal.

Baca Juga: PSBB Gowa Diyakini Berdampak Baik ke Makassar

Soal hasil evaluasi PSBB tahap pertama, Iqbal menyebut penerapan kebijakan itu terbilang berhasil. Ada peningkatan jumlah pasien positif sebelum PSBB mencapai 70 persen dan saat hari kesepuluh PSBB angkanya tersisa 28 persen.

Demikian pula kasus kesembuhan, jika sebelum PSBB angka kesembuhan sekitar 16 persen, setelah masa PSBB angka kesembuhan cukup tinggi sekitar 80 persen. Sedangkan untuk kasus kematian, sebelum PSBB itu angka kematian 8 persen, selama PSBB angka kematian hanya 6 persen.

“Sebelum PSBB yang kita lakukan adalah imbauan-imbauan untuk melakukan social distancing, penggunaan masker, dan pembatasan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Saat PSBB semua pembatasan ini diperketat dengan dasar hukum yang lebih tegas," tutupnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Makassar Upayakan...
Pemkot Makassar Upayakan Tidak Ada PSBB Jilid III
PSBB Makassar Berakhir,...
PSBB Makassar Berakhir, Dapur Lapangan TNI-Polri Tetap Beroperasi
Ternyata Toko New Agung...
Ternyata Toko New Agung Sudah Kantongi Izin Baru Sejak 20 Mei 
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Berita Terkini
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved