Antisipasi Demo Anarkis, Polri-TNI Gelar Apel Pasukan di Monas
Senin, 12 Oktober 2020 - 12:41 WIB
loading...
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengecek kesiapan pasukan mengantispasi demo anarkis di Jakarta.Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A
A
A
JAKARTA - Mengantisipasi aksi unjuk rasa anarkis menentang UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Polri dan TNI melakukan apel gelar pasukan bersama di Monas, Jakarta Pusat pada Senin (12/10/2020). Apel ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas untuk memantau pergerakan dan menciptakan suasana aman.
"Kami lakukan patroli bersama dengan rute dari DPR kemudian keliling kota. Dengan sebagian berada di Monas dan finish di DPR," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Monas, Senin (12/10/2020). Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peristiwa seperti kericuhan demo, Kamis, 8 Oktober 2020 lalu terulang.
"Kami ingin menjamin keamanan ketertiban di Jakarta. Sudah kami evaluasi dan persiapan dalam menghadapi permasalahan yang ada," ujarnya Nana. (Baca: Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law, Polda Metro Alihkan Lalu Lintas Sekitar Istana)
Nana menuturkan, kepolisian sudah melakukan Tactical Wall Game (TWG) untuk mengantisipasi dan memetakan pengamanan potensi kerawanan. Nana menilai, aksi unjuk rasa ini diperbolehkan karena ada jaminan menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kami dari awal akan melayani, mengawal dan mengamankan aksi yang baik. Tapi ketika mereka melakukan anarkis, kami akan sabar dan lakukan tindakan," tuturnya. Nana memastikan, jumlah personel pengamanan akan menyesuaikan jumlah peserta aksi tergantung informasi intelijen.
"Kami lakukan patroli bersama dengan rute dari DPR kemudian keliling kota. Dengan sebagian berada di Monas dan finish di DPR," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Monas, Senin (12/10/2020). Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peristiwa seperti kericuhan demo, Kamis, 8 Oktober 2020 lalu terulang.
"Kami ingin menjamin keamanan ketertiban di Jakarta. Sudah kami evaluasi dan persiapan dalam menghadapi permasalahan yang ada," ujarnya Nana. (Baca: Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law, Polda Metro Alihkan Lalu Lintas Sekitar Istana)
Nana menuturkan, kepolisian sudah melakukan Tactical Wall Game (TWG) untuk mengantisipasi dan memetakan pengamanan potensi kerawanan. Nana menilai, aksi unjuk rasa ini diperbolehkan karena ada jaminan menyampaikan pendapat di muka umum.
"Kami dari awal akan melayani, mengawal dan mengamankan aksi yang baik. Tapi ketika mereka melakukan anarkis, kami akan sabar dan lakukan tindakan," tuturnya. Nana memastikan, jumlah personel pengamanan akan menyesuaikan jumlah peserta aksi tergantung informasi intelijen.
Lihat Juga :