PSBB Transisi Diterapkan Lagi, Epidemiolog: Harusnya DKI Sabar Dulu...
Senin, 12 Oktober 2020 - 06:45 WIB
loading...
Suasana di salah satu mal di DKI Jakarta, Minggu (11/10/2020) atau sehari sebelum diberlakukannya kembali PSBB transisi. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi .
"Menurut saya salah DKI-nya, seolah-olah sudah mau masuk ke normal begitu," kata Miko saat dihubungi Okezone, Senin (12/10/2020).
Miko menilai, seharusnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhitungkan terlebih dahulu dampak aksi demonstrasi terkait pengesahan Omibus Law RUU Cipta Kerja.
(Baca juga: Anies Baswedan Berlakukan Kembali PSBB Transisi di Jakarta ).
"Padahal belum melihat dampak demo (RUU Cipta Kerja) dan kapasitasnya juga belum dijelaskan, apakah kapasitas rumah sakit sudah berkurang atau apakah masih penuh," jelasnya.
Di lain sisi, kebijakan rem darurat dengan PSBB ketat juga dianggapnya tidak berhasil. Pasalnya, angka penularan Covid-19 di Ibu Kota tetap tinggi.
(Baca juga: Komentar Kocak Netizen usai Anies Terapkan Lagi PSBB Transisi ).
"Menurut saya salah DKI-nya, seolah-olah sudah mau masuk ke normal begitu," kata Miko saat dihubungi Okezone, Senin (12/10/2020).
Miko menilai, seharusnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperhitungkan terlebih dahulu dampak aksi demonstrasi terkait pengesahan Omibus Law RUU Cipta Kerja.
(Baca juga: Anies Baswedan Berlakukan Kembali PSBB Transisi di Jakarta ).
"Padahal belum melihat dampak demo (RUU Cipta Kerja) dan kapasitasnya juga belum dijelaskan, apakah kapasitas rumah sakit sudah berkurang atau apakah masih penuh," jelasnya.
Di lain sisi, kebijakan rem darurat dengan PSBB ketat juga dianggapnya tidak berhasil. Pasalnya, angka penularan Covid-19 di Ibu Kota tetap tinggi.
(Baca juga: Komentar Kocak Netizen usai Anies Terapkan Lagi PSBB Transisi ).
Lihat Juga :