Stok Alat Rapid Test Cocid-19 di Kabupaten Bekasi Mulai Menipis
Rabu, 06 Mei 2020 - 10:54 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tengah memerlukan alat rapid test. Soalnya, jumlah alat pemeriksaan cepat itu kini hanya berjumlah kurang dari 400 buah. Dipastikan jumlah tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari kedepan.
"Stok alat rapid test di Kabupaten Bekasi mulai menipis, alat yang ada saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan dua hari kedepan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah kepada SINDOnews, Rabu (6/5/2020).
Menurut dia, dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap dua, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus menggelar pemeriksaan massal untuk mendeteksi penyebaran Covid-19. Namun, dengan jumlah perangkat tes yang terbatas, pemeriksaan tak dapat menjangkau masyarakat secara luas.
"Dengan jumlah ketersediaan alat rapid test itu masih belum memenuhi untuk pengecekan secara luas. Padahal biasanya kami melakukan pemeriksaan rutin per hari hingga jumlah banyak dan berkesinambungan," katanya. Dalam sehari pihaknya bisa memeriksa hingga sekitar 200 orang.
Kemudian Pemeriksaan melalui darah ini menyasar sejumlah titik yang berpotensi terjadi penularan. Namun, dengan ketersediaan perangkat tes yang hanya 400 buah, pemeriksaan hanya cukup untuk kebutuhan dua hari. "Kami sangat memerlukan test kit tambahan," ungkapnya.
"Stok alat rapid test di Kabupaten Bekasi mulai menipis, alat yang ada saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan dua hari kedepan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah kepada SINDOnews, Rabu (6/5/2020).
Menurut dia, dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap dua, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus menggelar pemeriksaan massal untuk mendeteksi penyebaran Covid-19. Namun, dengan jumlah perangkat tes yang terbatas, pemeriksaan tak dapat menjangkau masyarakat secara luas.
"Dengan jumlah ketersediaan alat rapid test itu masih belum memenuhi untuk pengecekan secara luas. Padahal biasanya kami melakukan pemeriksaan rutin per hari hingga jumlah banyak dan berkesinambungan," katanya. Dalam sehari pihaknya bisa memeriksa hingga sekitar 200 orang.
Kemudian Pemeriksaan melalui darah ini menyasar sejumlah titik yang berpotensi terjadi penularan. Namun, dengan ketersediaan perangkat tes yang hanya 400 buah, pemeriksaan hanya cukup untuk kebutuhan dua hari. "Kami sangat memerlukan test kit tambahan," ungkapnya.
Lihat Juga :