Dikirimi Karangan Bunga Kematian, DPRD Blitar Pilih Membisu

Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:00 WIB
loading...
Dikirimi Karangan Bunga...
Tampak karangan bunga kematian yang dikirimkan sejumlah aktivis perempuan ke Kantor DPRD Kota Blitar. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Sebuah karangan bunga yang dimaksudkan sebagai simbol matinya hati nurani dikirimkan sejumlah aktivis perempuan peduli petani dan buruh Blitar Raya ke Kantor DPRD Kota Blitar, Jatim.

Pengiriman karangan bunga kematian bertuliskan "Tolak UU Omnibus Law, Turut berduka cita atas matinya nurani wakil rakyat" tersebut bersamaan dengan rapat paripurna DPRD. "Ini keprihatinan atas didoknya UU Cipta Karya tadi malam," ujar Khusnul Hidayati, juru bicara komunitas Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar Raya Selasa (6/9/2020). (Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Mahasiswa Rusak Fasilitas Umum dan Mobil Dinas)

Karangan bunga mereka letakkan di pintu masuk Kantor DPRD Kota Blitar. Melihat itu, tidak ada satupun anggota legislatif yang mereaksi. Semuanya memilih diam, melanjutkan kegiatan. (Baca juga: Buruh di Jawa Barat: Kami Tidak Percaya Lagi dengan DPR)

Menurut Khusnul, legislatif layak menerima karangan bunga kematian. Sebab dengan disahkannya UU Cipta Kerja, mereka semakin menegaskan diri tidak memihak rakyat, yakni terutama buruh.

"Ini terkesan terburu-buru dan lebih memihak pada investor bukan berpihak pada rakyat," tegas Khusnul. Jika mengacu pada sejumlah negara lain, setahu Khusnul proses pengesahan omnibus law membutuhkan waktu panjang.

Bahkan pembahasan bisa mencapai lima tahun. "Sementara di Indonesia hanya satu tahun," tambah Khusnul. Pemberlakuan omnibus law tidak hanya merugikan buruh dan petani. Melainkan seluruh elemen masyarakat.

Terhadap buruh UU Cipta Kerja menghilangkan uang lembur, hak cuti, dan outsourcing tanpa batas waktu. Kemudian bagaimana pemodal akan lebih leluasa menguasai lahan. Perpanjangan HGU tidak perlu lagi memperhatikan AMDAL, termasuk tidak menghargai tanah petani dan tanah adat.

"Sementara wakil rakyat yang kami harapkan untuk menyampaikan aspirasi nol besar. Karenanya karangan bunga ini wujud duka cita kami kepada DPR," tandas Khusnul.

Sementara itu, selain tidak menanggapi kritik, karangan bunga kematian di pintu masuk Kantor DPRD Kota Blitar tersebut, tidak lama kemudian langsung disingkirkan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Karangan Bunga Hiasi...
Karangan Bunga Hiasi Kantor BGN, Ada Ucapan Terima Kasih Dipecatnya Dadan Hindayana
Dipimpin Legislator...
Dipimpin Legislator Muda, Perindo Muaro Jambi Bidik Fraksi di DPRD
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Dorong Ekonomi Kerakyatan,...
Dorong Ekonomi Kerakyatan, DPRD Kalteng Minta Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Petani Lokal
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved