Waduh, Kapasitas RS Rujukan COVID-19 di Jabar Nyaris Tembus Ambang Batas

Senin, 05 Oktober 2020 - 14:59 WIB
loading...
Waduh, Kapasitas RS...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil melaporkan tingkat keterisian RS COVID-19 di Jabar kini sudah mendekati 58 persen, Senin (5/10/2020). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Kapasitas rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Jabar dalam posisi mengkhawatirkan menyusul semakin tingginya angka penyebaran COVID-19. Gubernur Jabar yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan, tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jabar kini sudah mendekati 58%. Padahal ambang batas aman sesuai standar World Health Organization (WHO) 60% .

"Angka okupansi rumah sakit kurang baik, sudah mendekati 58 persen. Sedangkan standar WHO batas cadangan yang aman 60 persen," ungkap Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10/2020). (Baca juga: Bos Bio Farma Sebut Harga Vaksin Covid-19 Rp200.000, Beneran Nih?)

Menyikapi semakin tingginya tingkat keterisian RS COVID-19, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku, sudah melakukan antisipasi dengan menambah kapasitas fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), seperti menambah 40 ruang intesive care unit (ICU) di Kota Depok. "Di Depok kita menambahi 40 ruang ICU dengan peralatan canggih dan mahal, itu bagian dari peningkatan presentase ruang kesehatan," katanya. (Baca juga: Para Pakar Lingkungan Dunia Mulai Bahas Rumah Era COVID-19)

Diakui Kang Emil, perkembangan kasus COVID-19 di Jabar masih fluktuatif dimana kasus harian mayoritas masih berasal dari wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) sebesar 73%. Meski begitu, berdasarkan hasil kajian epidemiologi selama sepekan terakhir, terjadi penurunan kasus harian hingga 28%.

"Di minggu lalu, yang kita laporkan hari ini, untuk epidemiologi terjadi penurunan kasus 28 persen dari minggu-minggu sebelumnya. Kasus naik turun, tapi dibanding dua minggu lalu dan minggu lalu, ada penurunan 28 persen," sebutnya.

Kang Emil juga menyebutkan, dari sekitar 5.300 desa dan kelurahan di Jabar, terdapat 10 desa dan kelurahan masuk kategori paling berisiko tinggi dimana 8 desa dan kelurahan di antaranya berada di Kota Depok. "Besok saya ngantor lagi di Depok untuk membantu pengendalian kasus COVID-19 di Bodebek, mengawasi Bogor, Bekasi, Depok, dan lain-lain," imbuhnya.

Kang Emil menambahkan, berdasarkan tingkat kerawanan wilayah, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon kini masuk zona oranye atau berisiko sedang setelah dua pekan sebelumnya masuk zona merah atau berisiko tinggi. "Zona merah kini bergeser ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Ada lima zona merah yang harus diwaspadai," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi kini berubah menjadi zona merah setelah terjadi lonjakan kasus di tiga wilayah tersebut. "Risiko penularan tertinggi masih berada di wilayah Bodebek. Selain itu, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung karena pergerakan orang di wilayah ini cukup tinggi," katanya.

"Jadi, (dari 27 kabupaten/kota di Jabar), saat ini ada lima zona merah dan 13 zona oranye, sedangkan sisanya zona kuning," sebut Setiwan.

Lebih lanjut Setiawan mengatakan, hingga saat ini, terdapat 101 kecamatan di Jabar yang masuk kategori zona hijau. Artinya, dalam empat bulan terakhir, di 101 kecamatan itu tidak ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Meski begitu, Setiawan mengimbau semua pihak tetap mewaspadai penularan COVID-19, termasuk masyarakat di zona hijau. Selain di wilayah perkotaan, dia meminta masyarakat desa mewaspadai penularan COVID-19 dengan mengoptimalkan kembali program Desa Tangguh COVID-19.

"Salah satu caranya membuat rumah isolasi mandiri di setiap desa. Sehingga, ketika ada warga yang terpapar, mereka tidak harus selalu ke rumah sakit atau tempat isolasi miliki pemerintah daerah. Jadi, ketika positif bisa langsung mengisolasi di rumah tersebut," paparnya," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Wapres Gibran Tinjau...
Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Kisah Karin Manuela...
Kisah Karin Manuela di Audisi Miss Indonesia 2026, Bangkit Setelah Gagal Tahun Lalu
Rekomendasi
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved