Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Senin, 05 Oktober 2020 - 12:22 WIB
loading...
Keluarga dan sahabat mengantar almarhum Edi Kusnadi ke tempat peristirahatan terakhir, Senin (5/10/2020) siang. Foto: SINDOnews/Ratman Suratman
A
A
A
JAKARTA - Innalillahi Waiinnailaihi Rojiun, keluarga besar SINDO MEDIA kembali berduka. Koordinator Layout KORAN SINDO, Edi Kusnadi, meninggal dunia di Jalan Sam Ratulangi, Jakarta, saat dalam perjalanan pulang dari tugas kantor, Minggu (4/10/2020) malam.
Informasi dari istri almarhum, berdasarkan keterangan pedagang kopi yang pertama kali menolong di lokasi, almarhum sempat berhenti dari motor dan berdiri di tepi jalan, sebelum terjatuh. Menurut istri almarhum, kebiasaan mengatur napas seperti itu sering dilakukan suaminya ketika merasa agak sesak karema asam lambungnya naik.
Kabar meninggalnya Edi Kusnadi tentu membuat banyak rekan kerjanya kaget. "Makin deres ujannya. Nanti ajalah pulang, nunggu agak reda," ujar almarhum Edy Kusnedi, kepada rekan kerjanya, Hendri Irawan, yang mengenang pertemuan terakhir dengan almarhum, Minggu malam.
![Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang]()
"Melihat Pak Edi tak jadi pulang, saya yang tadinya juga berniat sama terpaksa menunda. Malam itu, jarum jam dinding di kantor menunjukkan pukul 10 lewat 35 menit. Padahal, tadi rencananya mau pulang jam 10. Karena tak jadi pulang, Pak Edy lantas menaruh kembali jas hujan di atas meja kerjanya. Saya yang baru selesai salat Isya, sempat sekilas melirik jas hujan warna biru itu," sambung Hendri.
Informasi dari istri almarhum, berdasarkan keterangan pedagang kopi yang pertama kali menolong di lokasi, almarhum sempat berhenti dari motor dan berdiri di tepi jalan, sebelum terjatuh. Menurut istri almarhum, kebiasaan mengatur napas seperti itu sering dilakukan suaminya ketika merasa agak sesak karema asam lambungnya naik.
Kabar meninggalnya Edi Kusnadi tentu membuat banyak rekan kerjanya kaget. "Makin deres ujannya. Nanti ajalah pulang, nunggu agak reda," ujar almarhum Edy Kusnedi, kepada rekan kerjanya, Hendri Irawan, yang mengenang pertemuan terakhir dengan almarhum, Minggu malam.

"Melihat Pak Edi tak jadi pulang, saya yang tadinya juga berniat sama terpaksa menunda. Malam itu, jarum jam dinding di kantor menunjukkan pukul 10 lewat 35 menit. Padahal, tadi rencananya mau pulang jam 10. Karena tak jadi pulang, Pak Edy lantas menaruh kembali jas hujan di atas meja kerjanya. Saya yang baru selesai salat Isya, sempat sekilas melirik jas hujan warna biru itu," sambung Hendri.
Lihat Juga :