Pemkot Jakbar Bangun Kolakan di Pesakih, Warga: Pikirkan juga Pembuangan Airnya
Minggu, 04 Oktober 2020 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau perlu kolakanya juga dibuat beton. Jangan cuman hanya tanah saja. Soalnya konturnya kan tanah sawah yang lembek,” tuturnya. (Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Akan Maksimalkan Fungsi Saluran Air)
Masalah di Semanan diakui oleh Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto karena kurangnya resapan air di sana. Karena itu, dia meminta membangun kolakan untuk menampung sekaligus menjadi cadangan air.
Warga juga mengakui selain karena belum adanya kolakan, kondisi mesin pompa yang menyedot air dari saluran penghubung ke Kali Mookevart telah menua. Pompa berkapasitas 500 liter per detik yang dibangun tahun 2007 itu kini tak lagi menyedot air secara maksimal.
Meski dibantu pompa mobile berkapasitas 100 liter per detinya, namun hal itu tak banyak membantu. “Mungkin karena umur, jadi daya sedotnya lemah,” tutup Ishaq.
Masalah di Semanan diakui oleh Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto karena kurangnya resapan air di sana. Karena itu, dia meminta membangun kolakan untuk menampung sekaligus menjadi cadangan air.
Warga juga mengakui selain karena belum adanya kolakan, kondisi mesin pompa yang menyedot air dari saluran penghubung ke Kali Mookevart telah menua. Pompa berkapasitas 500 liter per detik yang dibangun tahun 2007 itu kini tak lagi menyedot air secara maksimal.
Meski dibantu pompa mobile berkapasitas 100 liter per detinya, namun hal itu tak banyak membantu. “Mungkin karena umur, jadi daya sedotnya lemah,” tutup Ishaq.
(thm)
Lihat Juga :