Pabrik Tahu di Semarang Ini Terus Berinovasi demi Karyawan
Minggu, 04 Oktober 2020 - 11:50 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo saat menyambangi pabrik tahu dan tempe gembus di Semarang, Minggu (4/10/2020). Foto Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Hari Minggu tak ada bedanya untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Seperti hari ini, Minggu (4/10/2020), Ganjar memulai aktifitasnya pada 05.30 dari rumah dinasnya menuju ke arah barat Kota Semarang .
Sedianya, Ganjar akan mengunjungi Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Tanah Mas Semarang. Sayangnya, saat Ganjar berkunjung, aktifitas pengasapan ikan Manyung sedang libur. Tak patah arang, Ganjar putar balik dan langsung menuju ke Semarang Indah. Di sana, Ganjar menyambangi sentra tempe. Kayuhan Ganjar terhenti di sebuah rumah yang sedang ada kegiatan. (Baca: Jumlah UMKM di Semarang Meningkat 1,97% Tiap Tahun)
Rumah tersebut ditinggali keluarga besar Sutono. Keluarga tersebut telah 48 tahun membuat panganan tempe gembus. Ganjar mendapat sapaan hangat dari si empunya tempe gembus. “Monggo bapak Ganjar,” ujar Sutono yang langsung mengenali pria bertubuh jangkung tersebut adalah Ganjar.
Ganjar Pranowo tak langsung menyambut balik sapaan Sutono. Ganjar malah memberikan masker merah dan meminta Sutono supaya mengenakan masker. Tak lama, keluarga Sutono yang berada di dalam rumah ikut keluar. “Pak niki damel nopo?” seloroh Ganjar melihat Sutono yang sedang mengepres bahan gembus.
Sutono kemudian menjawab satu demi satu pertanyaan Ganjar tentang proses pembuatan Gembus. Begitu terperangahnya Ganjar saat mendengar, Sutono telah membikin gembus lebih dari 3 dekade.
Sedianya, Ganjar akan mengunjungi Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Tanah Mas Semarang. Sayangnya, saat Ganjar berkunjung, aktifitas pengasapan ikan Manyung sedang libur. Tak patah arang, Ganjar putar balik dan langsung menuju ke Semarang Indah. Di sana, Ganjar menyambangi sentra tempe. Kayuhan Ganjar terhenti di sebuah rumah yang sedang ada kegiatan. (Baca: Jumlah UMKM di Semarang Meningkat 1,97% Tiap Tahun)
Rumah tersebut ditinggali keluarga besar Sutono. Keluarga tersebut telah 48 tahun membuat panganan tempe gembus. Ganjar mendapat sapaan hangat dari si empunya tempe gembus. “Monggo bapak Ganjar,” ujar Sutono yang langsung mengenali pria bertubuh jangkung tersebut adalah Ganjar.
Ganjar Pranowo tak langsung menyambut balik sapaan Sutono. Ganjar malah memberikan masker merah dan meminta Sutono supaya mengenakan masker. Tak lama, keluarga Sutono yang berada di dalam rumah ikut keluar. “Pak niki damel nopo?” seloroh Ganjar melihat Sutono yang sedang mengepres bahan gembus.
Sutono kemudian menjawab satu demi satu pertanyaan Ganjar tentang proses pembuatan Gembus. Begitu terperangahnya Ganjar saat mendengar, Sutono telah membikin gembus lebih dari 3 dekade.
Lihat Juga :