Wahidin Minta Kasus Perusakan Musala dan Perobekan Alquran Tak Dibesar-besarkan
Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:34 WIB
loading...
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) kepada wartawan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (1/10/2020). Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) meminta kasus perusakan musala dan perobekan Alquran di Musala Darrusalam, Kabupaten Tangerang , tidak dibesar-besarkan.
Menurutnya, aksi vandalisme yang dilakukan remaja berinisial S di musala itu karena terpengaruh video di media sosial. S, menurut WH, juga merupakan korban dari penggunaan medsos yang tidak bijak dan kehidupan sehari-hari.
"Ya, itu jangan dibesar-besarkanlah, itu ternyata mereka atau anak yang terpengaruh oleh medsos," kata WH kepada wartawan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (1/10/2020). (Baca juga: Alquran Dirobek dan Musala Dicoret-Coret 'Saya Kafir' Hebohkan Warga Tangerang )
Dilanjutkan WH, pemicu terjadinya aksi vandalisme oleh) S itu, diakibatkan rasa benci atau dendam pelaku. Namun, dia enggan merinci lebih jauh tentang rasa benci dan dendam S itu, terhadap apa dan siapa. "Jadi semacam ada kebencian pribadi dia," tambah Wahidin. (Baca infografis: Viral, Tentara China Menangis Jadi Olok-olokan di Media Sosial )
Diberitakan sebelumnya, Musala Darrusalam menjadi sasaran aksi vandalisme. Dinding musala dicoret dengan tulisan, "Saya Kafir", "Anti Islam", "Anti Khilafah." Yang parahnya lagi, pelaku menyobek-nyobek Alquran. (Baca juga: Pelaku Perobekan Alquran dan ‘Saya Kafir’ di Musala Tangerang Berstatus Tersangka )
Aksi perusakan musala ini terungkap, pada saat warga akan melakukan salat Ashar, Selasa 29 September 2020. Diduga, pelaku melakukan aksinya siang hari, saat suasana sedang dalam keadaan sepi.
Akibat aksi tersebut, musala sempat tidak bisa digunakan untuk salat Ashar. Namun, setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, coretan pilox hitam di dinding dan lantai musala langsung dibersihkan dengan tiner.
Menurutnya, aksi vandalisme yang dilakukan remaja berinisial S di musala itu karena terpengaruh video di media sosial. S, menurut WH, juga merupakan korban dari penggunaan medsos yang tidak bijak dan kehidupan sehari-hari.
"Ya, itu jangan dibesar-besarkanlah, itu ternyata mereka atau anak yang terpengaruh oleh medsos," kata WH kepada wartawan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (1/10/2020). (Baca juga: Alquran Dirobek dan Musala Dicoret-Coret 'Saya Kafir' Hebohkan Warga Tangerang )
Dilanjutkan WH, pemicu terjadinya aksi vandalisme oleh) S itu, diakibatkan rasa benci atau dendam pelaku. Namun, dia enggan merinci lebih jauh tentang rasa benci dan dendam S itu, terhadap apa dan siapa. "Jadi semacam ada kebencian pribadi dia," tambah Wahidin. (Baca infografis: Viral, Tentara China Menangis Jadi Olok-olokan di Media Sosial )
Diberitakan sebelumnya, Musala Darrusalam menjadi sasaran aksi vandalisme. Dinding musala dicoret dengan tulisan, "Saya Kafir", "Anti Islam", "Anti Khilafah." Yang parahnya lagi, pelaku menyobek-nyobek Alquran. (Baca juga: Pelaku Perobekan Alquran dan ‘Saya Kafir’ di Musala Tangerang Berstatus Tersangka )
Aksi perusakan musala ini terungkap, pada saat warga akan melakukan salat Ashar, Selasa 29 September 2020. Diduga, pelaku melakukan aksinya siang hari, saat suasana sedang dalam keadaan sepi.
Akibat aksi tersebut, musala sempat tidak bisa digunakan untuk salat Ashar. Namun, setelah dilakukan olah TKP oleh polisi, coretan pilox hitam di dinding dan lantai musala langsung dibersihkan dengan tiner.
(mhd)
Lihat Juga :