Pantau Penanganan Covid-19 di Bogor, Kemenkes Minta Hasil Swab Dipercepat
Selasa, 29 September 2020 - 17:32 WIB
loading...
Pelaksanaan swab test atau uji usap. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tim Task Force Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diketuai oleh Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Kuwat Sri Hudoyo, melakukan kunjungan ke Kabupaten Bogor, dalam rangka pemantauan penanganan Covid-19 di sana. Tim disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor drg. Mike Kaltarina, bersama jajaran yang ada, Selasa (29/9/2020).
Pada kesempatan ini, dr Kuwat meminta Kepala Dinas Kesehatan agar dapat memberikan inovasi baru dalam menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Salah satu contohnya jika pemeriksa swab saat ini dengan hasil seminggu, perlu dipikirkan kembali tindakan lain agar hasil bisa lebih cepat.
“Jika ada kebutuhan yang masih belum tertangani diharapkan Pemda bersurat kepada Kemenkes sehingga bisa dialokasikan. Kita bersinergi bersama untuk meningkatkan angka kesembuhan,” melalui rilis resmi yang diterima, Selasa (29/9/2020). (Baca juga: Puan Minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab Covid-19 )
Kuwat juga menekankan pentingnya peran rumah sakit dalam meningkatkan angka kesembuhan pasien. “RS harus memiliki rasa. Jangan mengembalikan penderita apabila belum sembuh ya apalagi ada yang sengaja memperpanjang dengan menggunakan kondisi ini, pemerintah setempat harus memperhatikan karena keadaan saat ini butuh alokasi dana yang tepat, kita perlu sadari bahwa tenaga kesehatan harus memiliki waktu istirahat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor drg. Mike Kaltarina mengatakan, saat ini tercatat dari 40 kecamatan di kabupaten Bogor, hanya 1 wilayah hijau yaitu Tanjung Sari, ada 3 wilayah oranye dan sisanya berwarna merah. Beberapa daerah yang memiliki stasiun kereta api seperti Bojong Gede, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Sukaraja perlu perhatian khusus karena angka Covid-19 tinggi.
Pada kesempatan ini, dr Kuwat meminta Kepala Dinas Kesehatan agar dapat memberikan inovasi baru dalam menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Salah satu contohnya jika pemeriksa swab saat ini dengan hasil seminggu, perlu dipikirkan kembali tindakan lain agar hasil bisa lebih cepat.
“Jika ada kebutuhan yang masih belum tertangani diharapkan Pemda bersurat kepada Kemenkes sehingga bisa dialokasikan. Kita bersinergi bersama untuk meningkatkan angka kesembuhan,” melalui rilis resmi yang diterima, Selasa (29/9/2020). (Baca juga: Puan Minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab Covid-19 )
Kuwat juga menekankan pentingnya peran rumah sakit dalam meningkatkan angka kesembuhan pasien. “RS harus memiliki rasa. Jangan mengembalikan penderita apabila belum sembuh ya apalagi ada yang sengaja memperpanjang dengan menggunakan kondisi ini, pemerintah setempat harus memperhatikan karena keadaan saat ini butuh alokasi dana yang tepat, kita perlu sadari bahwa tenaga kesehatan harus memiliki waktu istirahat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor drg. Mike Kaltarina mengatakan, saat ini tercatat dari 40 kecamatan di kabupaten Bogor, hanya 1 wilayah hijau yaitu Tanjung Sari, ada 3 wilayah oranye dan sisanya berwarna merah. Beberapa daerah yang memiliki stasiun kereta api seperti Bojong Gede, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Sukaraja perlu perhatian khusus karena angka Covid-19 tinggi.
Lihat Juga :