Polda Metro Periksa IDI Terkait Kasus Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta
Kamis, 24 September 2020 - 13:17 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya bersama Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) terus mendalami kasus pelecehan seksual disertai pemerasan oleh oknum petugas medis di Bandara Soekarno Hatta. Untuk menggali sosok tersangka, Polda Metro hari ini, Kamis (24/9/2020), dijadwalkan akan memeriksa Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Hari ini kita jadwalkan untuk memeriksa penanggung jawab untuk rapid tes di Terminal 3 Bandara dalam hal ini PT Kimia Farma, kemudian kita juga akan memeriksa dari IDI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.
Yusri menegaskan, tujuan pihaknya memeriksa IDI untuk mengetahui sosok dari tersangka. Polisi ingin memastikan apakah tersangka betul merupakan seorang dokter atau bukan. (Baca juga; Oknum Dokter Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Ditetapkan Tersangka )
"Tujuannya untuk bisa memastikan lagi apakah si tersangka EFY ini dokter atau petugas kesehatan. Itu kita mau memastikan lagi bahwa tersangka ini adalah dokter atau tenaga kesehatan karena ini masih simpang siur," ungkap Yusri.
Diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh oknum dokter di sana.
"Hari ini kita jadwalkan untuk memeriksa penanggung jawab untuk rapid tes di Terminal 3 Bandara dalam hal ini PT Kimia Farma, kemudian kita juga akan memeriksa dari IDI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.
Yusri menegaskan, tujuan pihaknya memeriksa IDI untuk mengetahui sosok dari tersangka. Polisi ingin memastikan apakah tersangka betul merupakan seorang dokter atau bukan. (Baca juga; Oknum Dokter Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Ditetapkan Tersangka )
"Tujuannya untuk bisa memastikan lagi apakah si tersangka EFY ini dokter atau petugas kesehatan. Itu kita mau memastikan lagi bahwa tersangka ini adalah dokter atau tenaga kesehatan karena ini masih simpang siur," ungkap Yusri.
Diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh oknum dokter di sana.
Lihat Juga :