UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
Selasa, 28 Juli 2026 - 20:14 WIB
loading...
BPDP berpartisipasi dalam Indonesia Creative & Crafts Expo (ICCE) 2026 di Java Supermall, Semarang, Jawa Tengah, pada 23–26 Juli 2026. Foto: Ist
A
A
A
SEMARANG - BPDP terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku UMKM berbasis perkebunan agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Indonesia Creative & Crafts Expo (ICCE) 2026 yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di Java Supermall, Semarang.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pemberdayaan UMKM berbasis komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Program yang dijalankan mencakup pengembangan produk, investasi, promosi, pemasaran, hingga perluasan akses pasar ekspor guna meningkatkan nilai tambah produk hilir perkebunan Indonesia.
Baca juga: BPDP Kolaborasi Jembatani Generasi Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
Keikutsertaan BPDP di ICCE 2026 juga menjadi bagian dari strategi memperkuat promosi sektor perkebunan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pameran berskala nasional ini, BPDP ingin menunjukkan bahwa komoditas perkebunan tidak hanya menjadi bahan baku industri, tetapi juga mampu melahirkan produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan partisipasi BPDP dalam ICCE 2026 merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan.
"Keikutsertaan BPDP dalam Indonesia Creative & Crafts Expo (ICCE) 2026 merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan. Melalui ajang ini, BPDP mendorong promosi produk-produk kreatif dan inovatif hasil UMKM binaan, memperluas jejaring usaha dan akses pasar, serta memperkenalkan potensi hilirisasi komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao sebagai produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing UMKM Indonesia," ungkap Helmi.
Dalam pameran tersebut, BPDP menghadirkan berbagai produk inovatif hasil karya UMKM binaan. Produk yang dipamerkan antara lain batik dengan pewarna berbasis sawit dari Jayanti Batik dan Smart Batik, tas serta sandal berbahan lidi kelapa sawit produksi Cambia Craft, hingga minuman berbahan dasar air kelapa murni dari Es Kelapa Muda 91 Semarang.
Selain itu, BPDP juga menampilkan hasil Program Grant Riset Sawit berupa rompi antipeluru yang dikembangkan menggunakan biomaterial berbasis kelapa sawit.
Selama empat hari penyelenggaraan, booth BPDP berhasil menarik sekitar 450 pengunjung yang berinteraksi langsung dengan produk-produk UMKM binaan dan memperoleh informasi mengenai berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BPDP.
Tak hanya memamerkan produk, BPDP juga menggelar sesi edukasi dan diskusi mengenai hilirisasi komoditas perkebunan, pengembangan UMKM, serta berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya hilirisasi sebagai upaya menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pemberdayaan UMKM berbasis komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Program yang dijalankan mencakup pengembangan produk, investasi, promosi, pemasaran, hingga perluasan akses pasar ekspor guna meningkatkan nilai tambah produk hilir perkebunan Indonesia.
Baca juga: BPDP Kolaborasi Jembatani Generasi Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
Keikutsertaan BPDP di ICCE 2026 juga menjadi bagian dari strategi memperkuat promosi sektor perkebunan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pameran berskala nasional ini, BPDP ingin menunjukkan bahwa komoditas perkebunan tidak hanya menjadi bahan baku industri, tetapi juga mampu melahirkan produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan partisipasi BPDP dalam ICCE 2026 merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan.
"Keikutsertaan BPDP dalam Indonesia Creative & Crafts Expo (ICCE) 2026 merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan. Melalui ajang ini, BPDP mendorong promosi produk-produk kreatif dan inovatif hasil UMKM binaan, memperluas jejaring usaha dan akses pasar, serta memperkenalkan potensi hilirisasi komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao sebagai produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing UMKM Indonesia," ungkap Helmi.
Dalam pameran tersebut, BPDP menghadirkan berbagai produk inovatif hasil karya UMKM binaan. Produk yang dipamerkan antara lain batik dengan pewarna berbasis sawit dari Jayanti Batik dan Smart Batik, tas serta sandal berbahan lidi kelapa sawit produksi Cambia Craft, hingga minuman berbahan dasar air kelapa murni dari Es Kelapa Muda 91 Semarang.
Selain itu, BPDP juga menampilkan hasil Program Grant Riset Sawit berupa rompi antipeluru yang dikembangkan menggunakan biomaterial berbasis kelapa sawit.
Selama empat hari penyelenggaraan, booth BPDP berhasil menarik sekitar 450 pengunjung yang berinteraksi langsung dengan produk-produk UMKM binaan dan memperoleh informasi mengenai berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BPDP.
Tak hanya memamerkan produk, BPDP juga menggelar sesi edukasi dan diskusi mengenai hilirisasi komoditas perkebunan, pengembangan UMKM, serta berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya hilirisasi sebagai upaya menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri perkebunan nasional.
(jon)
Lihat Juga :