Dokter Internship Tewas di Apartemen Kalibata City, Diduga Loncat dari Lantai 18
Senin, 27 Juli 2026 - 12:36 WIB
loading...
Ilustrasi jenazah. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Seorang dokter internship berinisial dr. SZM tewas setelah diduga terjatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (26/7/2026). Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.13 WIB.
"Benar, ada yang loncat sekitar jam 14.13 WIB. Korban dokter," kata Kompol Mansur saat dihubungi wartawan, Senin (27/7/2026).
Dia menuturkan, berdasarkan penyelidikan sementara, korban tinggal berdua bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban pergi ke mal.
Baca juga: Situasi Terkini Klinik Mordent, Tempat Sutrimo Tewas Mengenaskan, Masih Dipasang Garis Polisi
Namun ajakan itu ditolak dan korban memilih tetap berada di apartemen. “Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” tuturnya.
Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.
“Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh. Polisi menerima laporan lanhsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait penyebab korban diduga mengakhiri hidupnya, Mansur menegaskan pihaknya belum menemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan tekanan dalam pekerjaan.
“Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka,” pungkasnya.
Peringatan: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.
"Benar, ada yang loncat sekitar jam 14.13 WIB. Korban dokter," kata Kompol Mansur saat dihubungi wartawan, Senin (27/7/2026).
Dia menuturkan, berdasarkan penyelidikan sementara, korban tinggal berdua bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban pergi ke mal.
Baca juga: Situasi Terkini Klinik Mordent, Tempat Sutrimo Tewas Mengenaskan, Masih Dipasang Garis Polisi
Namun ajakan itu ditolak dan korban memilih tetap berada di apartemen. “Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit,” tuturnya.
Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama kemudian, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.
“Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh. Polisi menerima laporan lanhsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait penyebab korban diduga mengakhiri hidupnya, Mansur menegaskan pihaknya belum menemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan tekanan dalam pekerjaan.
“Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka,” pungkasnya.
Peringatan: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.
(rca)
Lihat Juga :