Tumpukan Sampah di Pinggir Rel Pasar Minggu Berulang, Warga Luar Wilayah Ikut Jadi Sorotan
Senin, 27 Juli 2026 - 11:45 WIB
loading...
Pengangkutan tumpukan sampah di sepanjang pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Pasar Minggu. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan Rizky Febriyanto menyampaikan bahwa pihaknya selalu melakukan pengangkutan tumpukan sampah di sepanjang pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Pasar Minggu. Namun meski diangkut setiap hari, sampah tetap menumpuk di area tersebut.
Rizky menjelaskan, tumpukan sampah di lokasi tersebut tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan. Namun juga dari masyarakat wilayah lain yang melintas dan membuang sampah sembarangan.
"Pada dasarnya petugas kami setiap hari melakukan pengangkutan sampah di lokasi ini agar tidak terjadi penumpukan. Namun, setelah sampah selesai diangkut, masih ada oknum masyarakat yang kembali membuang sampah secara liar hingga tumpukan sampah terus berulang," ujar Rizky dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Salah satunya contohnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebagai langkah tindak lanjut, Suku Dinas LH Jakarta Selatan akan memperkuat pengawasan di lokasi bersama pihak terkait," tuturnya.
Ke depan, pihaknya akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan menegakkan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami juga mengajak masyarakat mendukung budaya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Titin menuturkan, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) tersebut rutin diangkut menggunakan truk setiap hari. Namun, tumpukan sampah kembali muncul karena masih banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.
"Siang hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya, warga biasa kembali membuang sampah di sini," ujarnya.
Titin menyebut, banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut menjadi persoalan tersendiri. "Banyaknya masyarakat dari luar kawasan yang membuang sampah sembarangan membuat TPS tersebut kembali cepat dipenuhi sampah dalam waktu singkat," kata Titin.
Rizky menjelaskan, tumpukan sampah di lokasi tersebut tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan. Namun juga dari masyarakat wilayah lain yang melintas dan membuang sampah sembarangan.
"Pada dasarnya petugas kami setiap hari melakukan pengangkutan sampah di lokasi ini agar tidak terjadi penumpukan. Namun, setelah sampah selesai diangkut, masih ada oknum masyarakat yang kembali membuang sampah secara liar hingga tumpukan sampah terus berulang," ujar Rizky dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Salah satunya contohnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebagai langkah tindak lanjut, Suku Dinas LH Jakarta Selatan akan memperkuat pengawasan di lokasi bersama pihak terkait," tuturnya.
Ke depan, pihaknya akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan menegakkan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami juga mengajak masyarakat mendukung budaya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Titin menuturkan, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) tersebut rutin diangkut menggunakan truk setiap hari. Namun, tumpukan sampah kembali muncul karena masih banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.
"Siang hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya, warga biasa kembali membuang sampah di sini," ujarnya.
Titin menyebut, banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut menjadi persoalan tersendiri. "Banyaknya masyarakat dari luar kawasan yang membuang sampah sembarangan membuat TPS tersebut kembali cepat dipenuhi sampah dalam waktu singkat," kata Titin.
(rca)
Lihat Juga :