Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:17 WIB
loading...
Kemarau Makin Meluas,...
BMKG menyebut musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer.

Berdasarkan analisis BMKG, hingga Dasarian I Juli 2026, musim kemarau telah berlangsung di 423 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut didominasi curah hujan rendah yang mencakup 72,38 persen wilayah, sejalan dengan menguatnya fenomena El Nino.

BMKG mencatat nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +1,88 pada dasarian, sementara indeks mingguan masih berada di angka +1,47 dengan SOI 30 hari sebesar -27,4. Kondisi ini diperkirakan terus memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah dan berpotensi berkembang menjadi El Nino kuat pada 2026.

Baca juga: 60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau

Meski demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di beberapa daerah, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

"Meskipun fenomena global cenderung mengindikasikan potensi pembentukan awan hujan yang minim, spasial MJO diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut," dalam keterangan BMKG lewat laman resminya, dilihat Sabtu (18/7/2026).

Untuk periode 18–23 Juli 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Lihat video: Sebab Terjadinya Kemarau Basah di Indonesia, Kepala BMKG Beri Penjelasan


Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua Barat, dan Banten pada periode 20–23 Juli.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak musim kemarau, seperti suhu udara yang lebih panas, kekeringan, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal," imbaunya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir saat terjadi cuaca buruk. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG serta melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan maupun lahan," imbau BMKG.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
Rekomendasi
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Mbappe Lewati Messi...
Mbappe Lewati Messi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Piala Dunia, Ini Komentarnya
Berita Terkini
Praktik Dokter Ilegal...
Praktik Dokter Ilegal di Jaksel, 2 WNA Vietnam Dideportasi
6 Kendaraan Tabrakan...
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-luka
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Infografis
Potensi logam tanah...
Potensi logam tanah jarang Terbanyak Ada di Sumatera
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved