Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Selasa, 14 Juli 2026 - 21:07 WIB
loading...
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah selenggarakan Bimbingan Teknis Penguatan Penggunaan Aplikasi Sistem Akselerasi Penyelesaian Tindak Lanjut (SIAP DAN) 2026. Foto/Pemerintah Kabupaten Bandung Barat
A
A
A
BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penguatan Penggunaan Aplikasi Sistem Akselerasi Penyelesaian Tindak Lanjut (SIAP DAN) 2026, Selasa (14/7/2026).
Pelaksanaan bimbingan teknis ini dipimpin oleh Plt Inspektur Daerah Kabupaten Bandung Barat, Yadi Azhar, di Bale Gempungan Lantai 4 Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat. Ini bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di bidang pengawasan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat
Bimbingan teknis ini menjadi salah satu langkah strategis Inspektorat Daerah dalam mendukung Visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) Kabupaten Bandung Barat melalui penguatan tata kelola bidang pengawasan yang memanfaatkan teknologi informasi. Melalui aplikasi SIAP DAN, proses penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan diharapkan menjadi lebih cepat, terukur, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dimonitor secara realtime.
Kegiatan diikuti oleh 281 Person In Charge (PIC) dari berbagai unsur pelaksana pemerintahan dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 165 PIC Pemerintah Desa, sedangkan sesi kedua diikuti oleh 47 PIC Perangkat Daerah, 36 PIC Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), 32 Operator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan SMP, serta 1 PIC Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Yadi Azhar menyampaikan bahwa tindak lanjut hasil pengawasan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, setiap PIC diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti tepat waktu, didukung dengan dokumen yang lengkap, serta diperbarui secara berkala melalui aplikasi SIAP DAN.
Dia menegaskan bahwa aplikasi SIAP DAN merupakan inovasi daerah yang dikembangkan oleh Inspektorat Daerah untuk mempercepat penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan APIP maupun hasil pemeriksaan eksternal. Selain memudahkan proses penginputan dan pemantauan progres tindak lanjut, aplikasi ini menjadi instrumen strategis bagi pimpinan daerah dalam melakukan monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data secara cepat, tepat, dan akurat.
Selama bimbingan teknis, peserta memperoleh materi mengenai tata cara penggunaan aplikasi SIAP DAN, mulai dari mekanisme penginputan data, pengunggahan dokumen pendukung, pemutakhiran progres tindak lanjut, hingga pemanfaatan berbagai fitur yang tersedia. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan aplikasi dan pendampingan teknis secara langsung oleh Tim Pengelola SIAP DAN untuk memastikan seluruh peserta mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal.
“Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung Barat berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan aplikasi SIAP DAN secara konsisten di unit kerja masing-masing sehingga penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan berlangsung lebih cepat, lebih terukur, terdokumentasi dengan baik, serta dapat dimonitor secara real time”, kata Yadi Azhar.
Penguatan penggunaan SIAP DAN merupakan bentuk komitmen Pemkab Bandung Barat dalam mendukung terwujudnya visi AMANAH, khususnya pada aspek penguatan tata kelola pemerintahan di bidang pengawasan yang transparan, akuntabel, adaptif, dan berbasis digital. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan intern, memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, serta mendorong terciptanya pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Dengan sinergi antara Inspektorat Daerah, Pemerintah Desa, Perangkat Daerah, BLUD, K3S, dan BUMD, diharapkan budaya penyelesaian tindak lanjut yang cepat, tepat, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi semakin mengakar sehingga mampu memperkuat sistem pengawasan internal pemerintah daerah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat.
Pelaksanaan bimbingan teknis ini dipimpin oleh Plt Inspektur Daerah Kabupaten Bandung Barat, Yadi Azhar, di Bale Gempungan Lantai 4 Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat. Ini bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di bidang pengawasan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat
Bimbingan teknis ini menjadi salah satu langkah strategis Inspektorat Daerah dalam mendukung Visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) Kabupaten Bandung Barat melalui penguatan tata kelola bidang pengawasan yang memanfaatkan teknologi informasi. Melalui aplikasi SIAP DAN, proses penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan diharapkan menjadi lebih cepat, terukur, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dimonitor secara realtime.
Kegiatan diikuti oleh 281 Person In Charge (PIC) dari berbagai unsur pelaksana pemerintahan dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 165 PIC Pemerintah Desa, sedangkan sesi kedua diikuti oleh 47 PIC Perangkat Daerah, 36 PIC Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), 32 Operator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan SMP, serta 1 PIC Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Yadi Azhar menyampaikan bahwa tindak lanjut hasil pengawasan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, setiap PIC diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti tepat waktu, didukung dengan dokumen yang lengkap, serta diperbarui secara berkala melalui aplikasi SIAP DAN.
Dia menegaskan bahwa aplikasi SIAP DAN merupakan inovasi daerah yang dikembangkan oleh Inspektorat Daerah untuk mempercepat penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan APIP maupun hasil pemeriksaan eksternal. Selain memudahkan proses penginputan dan pemantauan progres tindak lanjut, aplikasi ini menjadi instrumen strategis bagi pimpinan daerah dalam melakukan monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data secara cepat, tepat, dan akurat.
Selama bimbingan teknis, peserta memperoleh materi mengenai tata cara penggunaan aplikasi SIAP DAN, mulai dari mekanisme penginputan data, pengunggahan dokumen pendukung, pemutakhiran progres tindak lanjut, hingga pemanfaatan berbagai fitur yang tersedia. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan aplikasi dan pendampingan teknis secara langsung oleh Tim Pengelola SIAP DAN untuk memastikan seluruh peserta mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal.
“Melalui kegiatan ini, Pemkab Bandung Barat berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan aplikasi SIAP DAN secara konsisten di unit kerja masing-masing sehingga penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan berlangsung lebih cepat, lebih terukur, terdokumentasi dengan baik, serta dapat dimonitor secara real time”, kata Yadi Azhar.
Penguatan penggunaan SIAP DAN merupakan bentuk komitmen Pemkab Bandung Barat dalam mendukung terwujudnya visi AMANAH, khususnya pada aspek penguatan tata kelola pemerintahan di bidang pengawasan yang transparan, akuntabel, adaptif, dan berbasis digital. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan intern, memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, serta mendorong terciptanya pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Dengan sinergi antara Inspektorat Daerah, Pemerintah Desa, Perangkat Daerah, BLUD, K3S, dan BUMD, diharapkan budaya penyelesaian tindak lanjut yang cepat, tepat, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi semakin mengakar sehingga mampu memperkuat sistem pengawasan internal pemerintah daerah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat.
(mas)
Lihat Juga :