Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Prabowo Bertemu PM Kanada Justin Trudeau, Bahas Kerja Sama Perikanan
Selain aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Apabila produksi POC telah berjalan stabil, hasil produksi akan dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Mandalamekar dan dipasarkan melalui website desa. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah limbah perikanan, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Program PKM ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk bernilai guna, Universitas YARSI berharap dapat mendorong terwujudnya sistem budidaya perikanan yang lebih produktif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Partisipasi aktif Poklahsar Naminasang Farm & Co. menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program ini. Mitra tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan limbah ikan, penyediaan bahan baku, hingga penerapan teknologi fermentasi di lokasi budidaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Yarsi kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program pengolahan limbah perikanan menjadi POC di Desa Mandalamekar diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” ucapnya.
Selain aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Apabila produksi POC telah berjalan stabil, hasil produksi akan dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Mandalamekar dan dipasarkan melalui website desa. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah limbah perikanan, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Program PKM ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk bernilai guna, Universitas YARSI berharap dapat mendorong terwujudnya sistem budidaya perikanan yang lebih produktif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Partisipasi aktif Poklahsar Naminasang Farm & Co. menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program ini. Mitra tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan limbah ikan, penyediaan bahan baku, hingga penerapan teknologi fermentasi di lokasi budidaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Yarsi kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program pengolahan limbah perikanan menjadi POC di Desa Mandalamekar diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :