BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
Senin, 13 Juli 2026 - 14:47 WIB
loading...
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi tumbuhnya Siklon Tropis HAISHEN di Samudra Pasifik utara Papua. Foto/Tangkapan layar/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi tumbuhnya Siklon Tropis HAISHEN di Samudra Pasifik utara Papua . Siklon yang berasal dari bibit siklon 97W ini kini berada pada kategori satu dan diprediksi akan terus bergerak menuju arah utara menjauhi wilayah Indonesia.
"Siklon Tropis HAISHEN berkembang dari Bibit Siklon Tropis 97W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 12 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisi siklon berada di Samudra Pasifik utara Papua," tulis BMKG dalam keterangannya lewat akun media sosial resminya, Senin (13/7/2026).
Meskipun Siklon Tropis HAISHEN tidak berada langsung di daratan Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai dampak tidak langsung yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah selama 24 jam ke depan, setidaknya hingga Selasa (14/7/2026) pagi.
Baca Juga: BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
BMKG melaporkan keberadaan Siklon Tropis HAISHEN ini diprediksi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Selain potensi hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi perairan karena siklon ini memicu gelombang laut tinggi dalam kategori Moderate Sea dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Area yang terdampak gelombang tinggi tersebut meliputi Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku bagian utara, serta kawasan Samudra Pasifik di utara Maluku hingga wilayah Papua Barat Daya.
BMKG pun memprediksi bahwa kecepatan angin maksimum siklon ini akan tetap persisten dalam sehari ke depan. Oleh karena itu, warga yang berada di wilayah terdampak, khususnya para nelayan dan pelaku transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan tinggi gelombang.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat," imbau BMKG.
"Siklon Tropis HAISHEN berkembang dari Bibit Siklon Tropis 97W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 12 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisi siklon berada di Samudra Pasifik utara Papua," tulis BMKG dalam keterangannya lewat akun media sosial resminya, Senin (13/7/2026).
Meskipun Siklon Tropis HAISHEN tidak berada langsung di daratan Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai dampak tidak langsung yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah selama 24 jam ke depan, setidaknya hingga Selasa (14/7/2026) pagi.
Baca Juga: BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
BMKG melaporkan keberadaan Siklon Tropis HAISHEN ini diprediksi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Selain potensi hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi perairan karena siklon ini memicu gelombang laut tinggi dalam kategori Moderate Sea dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Area yang terdampak gelombang tinggi tersebut meliputi Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku bagian utara, serta kawasan Samudra Pasifik di utara Maluku hingga wilayah Papua Barat Daya.
BMKG pun memprediksi bahwa kecepatan angin maksimum siklon ini akan tetap persisten dalam sehari ke depan. Oleh karena itu, warga yang berada di wilayah terdampak, khususnya para nelayan dan pelaku transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan tinggi gelombang.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat," imbau BMKG.
(zik)
Lihat Juga :