Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Senin, 13 Juli 2026 - 12:03 WIB
loading...
Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku teror bom yang mengancam SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ancaman teror itu melalui pesan WhatsApp (WA). Foto/Tangguh Yudha Ramadhan
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku teror bom yang mengancam SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melalui pesan WhatsApp (WA). Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sosok yang diduga mengirimkan ancaman bom tersebut.
"Dari identitasnya kita sudah kantongi," ungkap Nurma Dewi, Senin (12/7/2026).
Baca juga: Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Ia menambahkan, polisi kini tengah melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memburu terduga pelaku.
"Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjutin. Untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror, sendiri," lanjutnya.
Di sisi lain, Nurma Dewi menyebut tim Gegana masih melakukan penyisiran di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 guna memastikan tidak ada bahan peledak maupun benda berbahaya lainnya.
Baca juga: Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
"Untuk Gegana sendiri sudah menyisir, sudah lebih kurang 2 jam lebih untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15. Untuk penyisirannya masih ada di dalam. Jadi kita tunggu saja informasi yang didapat, nanti pasti kita infokan kembali," katanya.
Menurut Nurma Dewi, personel Gegana memeriksa setiap sudut sekolah secara detail sebagai tindak lanjut atas ancaman bom yang diterima pihak sekolah.
"Gegana sudah menyisir ke dalam dan memeriksa detail satu per satu karena sudah beberapa jam untuk Gegana sudah memeriksa SD negeri 15 tersebut yang diteror," ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan ditemukannya barang mencurigakan, Nurma Dewi menegaskan hingga kini belum ada indikasi ke arah tersebut.
"Untuk sementara ini belum ada. Namun demikian dari gegana masih bekerja. Kita tunggu saja untuk selanjutnya. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada hal yang tidak diinginkan," sebut Nurma Dewi.
Sebelumnya, ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang diterima guru dan staf tata usaha (TU) SDN Srengseng Sawah 15. Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan menyebut ledakan akan terjadi dalam hitungan menit.
"Dari identitasnya kita sudah kantongi," ungkap Nurma Dewi, Senin (12/7/2026).
Baca juga: Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Ia menambahkan, polisi kini tengah melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memburu terduga pelaku.
"Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjutin. Untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror, sendiri," lanjutnya.
Di sisi lain, Nurma Dewi menyebut tim Gegana masih melakukan penyisiran di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 guna memastikan tidak ada bahan peledak maupun benda berbahaya lainnya.
Baca juga: Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
"Untuk Gegana sendiri sudah menyisir, sudah lebih kurang 2 jam lebih untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15. Untuk penyisirannya masih ada di dalam. Jadi kita tunggu saja informasi yang didapat, nanti pasti kita infokan kembali," katanya.
Menurut Nurma Dewi, personel Gegana memeriksa setiap sudut sekolah secara detail sebagai tindak lanjut atas ancaman bom yang diterima pihak sekolah.
"Gegana sudah menyisir ke dalam dan memeriksa detail satu per satu karena sudah beberapa jam untuk Gegana sudah memeriksa SD negeri 15 tersebut yang diteror," ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan ditemukannya barang mencurigakan, Nurma Dewi menegaskan hingga kini belum ada indikasi ke arah tersebut.
"Untuk sementara ini belum ada. Namun demikian dari gegana masih bekerja. Kita tunggu saja untuk selanjutnya. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada hal yang tidak diinginkan," sebut Nurma Dewi.
Sebelumnya, ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang diterima guru dan staf tata usaha (TU) SDN Srengseng Sawah 15. Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan menyebut ledakan akan terjadi dalam hitungan menit.
(shf)
Lihat Juga :