MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:02 WIB
loading...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras 27 pelaku melakukan rudapaksa terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur. Foto: Dok MUI
A A A
MADURA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras 27 pelaku melakukan rudapaksa terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur. Polisi didorong untuk menerapkan hukuman maksimal terhadap pelaku.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Siti Ma'rifah, menyatakan rasa kekecewaan dan keprihatinan atas adanya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Ia menegaskan bahwa tindakan para pelaku sama sekali tidak bisa ditoleransi.

"Tentu kita sangat kecewa, prihatin, dan mengecam keras. Kembali lagi terjadi rudapaksa terhadap anak di bawah umur, apalagi ini pelakunya mencapai 27 orang, di antaranya juga ada yang masih anak-anak. Tidak ada ruang untuk terjadinya peristiwa biadab seperti ini dan terus berulang," ujar Siti dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: 2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi



Putri Wakil Presiden ke-13 RI ini pun mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan bertindak tanpa pandang bulu. Ia meminta seluruh pelaku yang terlibat harus segera diseret ke meja hijau dan diberi hukuman maksimal.

"Hukuman berat harus diberlakukan agar tidak terjadi lagi peristiwa yang sama. Aparat penegak hukum harus segera menangkap seluruh pelaku tanpa terkecuali dan menerapkan hukuman maksimal," kata dia menegaskan.

Apalagi, kata Siti, Indonesia telah memiliki instrumen hukum yang kuat untuk menjerat para pelaku, mulai dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU tentang Perlindungan Anak, hingga UU Pornografi.

Di sisi lain, Siti meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Pemerintah Daerah, serta tokoh ulama setempat untuk bersinergi melakukan rehabilitasi terhadap korban.

"Mereka harus berperan aktif memberikan trauma healing kepada korban agar dapat kembali pulih, baik secara fisik maupun psikis," tuturnya.

Sekadar informasi, polisi mengungkap kasus pemerkosaan yang menimpa gadis berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Korban diperkosa secara bergiliran oleh 27 pelaku sejak Februari 2026 lalu.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono mengungkapkan, peristiwa memilukan ini bermula sejak bulan Februari lalu. Saat itu, korban dibujuk rayu oleh para pelaku saat berada di kawasan Jalan Suhadak, Kabupaten Sampang.

Nahas, korban kemudian dicekoki minuman keras hingga tidak sadarkan diri. Dalam kondisi tidak berdaya, korban dibawa ke tiga lokasi yang berbeda untuk digilir oleh para pelaku.

“Aksi bejat tersebut dilaporkan terjadi secara berulang selama rentang waktu beberapa bulan,” ungkap kapolres, Jumat (10/7/2026).

Hasil penyelidikan, kata kapolres, dari total 27 pelaku yang teridentifikasi, petugas menangkap 12 orang.

“Satu dari 12 pelaku berinisial R ditangkap dalam bus antarkota di wilayah Bangkalan. Pelaku hendak melarikan diri keluar,” katanya.

Di antara belasan pelaku yang sudah ditangkap, petugas mengonfirmasi bahwa tersangka terdiri atas usia dewasa dan remaja (anak di bawah umur). Seluruh pelaku yang tertangkap langsung digelandang ke Mapolres Sampang guna menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, 15 pelaku lainnya yang identitasnya sudah kantongi kini masih dalam pengejaran masif oleh petugas lapangan. Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti termasuk pakaian milik korban dan pelaku.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
MUI Ingatkan Penguburan...
MUI Ingatkan Penguburan Hidup-hidup Ikan Sapu-sapu Tak Sesuai Prinsip Islam
Prihatin Kasus Kekerasan...
Prihatin Kasus Kekerasan Seksual di FH UI, MUI: Tidak Dibenarkan Norma Agama, Moral, dan Hukum
Konten Kreator Cinta...
Konten Kreator Cinta Ruhama Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Rekomendasi
Desta Dilarikan ke Rumah...
Desta Dilarikan ke Rumah Sakit usai Mata Terkena Bola Padel
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Infografis
PBB Kecam Penembakan...
PBB Kecam Penembakan PLTN Zaporizhzhia di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved