Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Kamis, 09 Juli 2026 - 12:45 WIB
loading...
Pemandangan tak biasa terlihat di Gedung Mabes Polri pada hari ini. Sejumlah kendaraan taktis (rantis) dari Satuan Brigade Mobile (Brimob) terlihat bersiaga. Foto/Tim SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemandangan tak biasa terlihat di Mabes Polri pada hari ini. Sejumlah kendaraan taktis (rantis) dari Satuan Brigade Mobile ( Brimob ) terlihat bersiaga.
Berdasarkan pantauan Kamis (9/7/2026), terlihat penjagaan ekstra. Hal ini muncul saat tim gabungan Polri melakukan pengusutan tiga kasus dugaan korupsi Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel yang merupakan instruksi atau atensi dari Presiden Prabowo Subianto.
Total mobil rantis yang berhasil terpantau sebanyak enam unit. Pada pukul 11.25 WIB mulai melakukan pergerakan bersama personel lengkap menyisir ke arah Jalan Trunojoyo.
Akses masuk Mabes Polri terlihat dijaga lebih ketat. Selain personel Yanma, ada beberapa personel Provos dan Brimob Polri bersenjata lengkap yang membantu pengamanan.
Baca Juga: Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Terkait kehadiran mobil rantis dan penjagaan sejumlah personel di Mabes Polri, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir mengaku pengamanan yang dilakukan hari ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) seperti biasa.
"Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," ujar Johnny saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Polri melalukan penggeledahan di 12 lokasi. Pada operasi penindakan di kafe de’Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi.
Dalam brankas tersebut ditemukan uang SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD 100 dan sebanyak USD 889.965, serta Rp 259.159.000. Bila dikonversi dalam rupiah, total uang itu mencapai Rp60 miliar.
Sementara di Sentul, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkap secara langsung hasil penggeledahan rumah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 tersebut. Menurut dia, emas batangan dan uang itu ditemukan dalam brankas yang tersembunyi.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar," ucap dia.
Tidak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, dan foto keluarga dari rumah tersebut. Namun, belum dijelaskan sosok yang memiliki rumah tersebut. Totok hanya menyebut barang bukti untuk disita oleh petugas kepolisian.
"Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan."
Berdasarkan pantauan Kamis (9/7/2026), terlihat penjagaan ekstra. Hal ini muncul saat tim gabungan Polri melakukan pengusutan tiga kasus dugaan korupsi Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel yang merupakan instruksi atau atensi dari Presiden Prabowo Subianto.
Total mobil rantis yang berhasil terpantau sebanyak enam unit. Pada pukul 11.25 WIB mulai melakukan pergerakan bersama personel lengkap menyisir ke arah Jalan Trunojoyo.
Akses masuk Mabes Polri terlihat dijaga lebih ketat. Selain personel Yanma, ada beberapa personel Provos dan Brimob Polri bersenjata lengkap yang membantu pengamanan.
Baca Juga: Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Terkait kehadiran mobil rantis dan penjagaan sejumlah personel di Mabes Polri, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir mengaku pengamanan yang dilakukan hari ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) seperti biasa.
"Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," ujar Johnny saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Polri melalukan penggeledahan di 12 lokasi. Pada operasi penindakan di kafe de’Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi.
Dalam brankas tersebut ditemukan uang SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD 100 dan sebanyak USD 889.965, serta Rp 259.159.000. Bila dikonversi dalam rupiah, total uang itu mencapai Rp60 miliar.
Sementara di Sentul, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkap secara langsung hasil penggeledahan rumah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 tersebut. Menurut dia, emas batangan dan uang itu ditemukan dalam brankas yang tersembunyi.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar," ucap dia.
Tidak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, dan foto keluarga dari rumah tersebut. Namun, belum dijelaskan sosok yang memiliki rumah tersebut. Totok hanya menyebut barang bukti untuk disita oleh petugas kepolisian.
"Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan."
(zik)
Lihat Juga :