Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Senin, 06 Juli 2026 - 10:36 WIB
loading...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter. Foto: PVMBG
A
A
A
JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami pada Senin (6/7/2026) pukul 08.13 WIB. Ketika erupsi, gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 Juli 2026, pukul 08:13 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 m di atas puncak (sekitar 4676 m di atas permukaan laut)," tulis keterangan petugas pos pengamat gunung api Sigit Rian Alfian dikutip melalui website Magma ESDM, Senin (6/7/2026).
Ketika erupsi, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Baca juga: Kejutan! Brasil Tersingkir, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Pascaerupsi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," sambungnya.
Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu. Selain itu, mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," jelasnya.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 Juli 2026, pukul 08:13 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1000 m di atas puncak (sekitar 4676 m di atas permukaan laut)," tulis keterangan petugas pos pengamat gunung api Sigit Rian Alfian dikutip melalui website Magma ESDM, Senin (6/7/2026).
Ketika erupsi, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Baca juga: Kejutan! Brasil Tersingkir, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Pascaerupsi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," sambungnya.
Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu. Selain itu, mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," jelasnya.
(rca)
Lihat Juga :