Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Senin, 06 Juli 2026 - 09:17 WIB
loading...
Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 sukses digelar di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7/2026) malam. Tercatat 25ribu Slankers memenuhi venue. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 sukses digelar di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7/2026) malam. Tercatat 25.000 Slankers memenuhi venue.
Tak hanya pesta musik, lapangan pentas juga diramaikan dengan tenda-tenda UMKM , khususnya Slankerpreneur. Mereka berjualan makanan, minuman, handycraft hingga fesyen. Beberapa seniman juga tampak unjuk kebolehan membuat grafiti di media gambar yang sudah disediakan.
Pantuan di lokasi pentas, di sela-sela menunggu artist tampil, penonton tampak berbelanja di tenda-tenda UMKM yang digelar. Mereka membeli makanan, minuman, tak sedikit pula yang berbelanja fesyen maupun suvenir kerajinan tangan. Baca juga: Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Di luar pagar arena pentas, para pedagang tak kalah panjang berjajar. Termasuk pula beberapa Slankers, seperti; Slankers Cimahi, Slankers Priangan, berjualan kaus. Mereka merasakan manfaat gelaran pentas.
Spirit konser ini sejalan dengan tagline HS, berani kita beda dan mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi lokal di tiap kota yang disinggahi. “HS thankyou so much! Terimakasih. So far, so good, gara-gara tour Hey Slank ini, orang-orang pemberani berkumpul. Ada yang harus diubah!” kata Kaka Slank menyapa puluhan ribu penonton di venue.
Beberapa jam sebelum pentas, di sesi konferensi pers, Kaka sempat menceritakan mengapa Slank mau berkolaborasi dengan HS. “Pertama kali ketemu dengan Pak Haji Suryo (owner HS), langsung klik, proud of local product, local wisdom. Satu visi nih! Terciptalah Hey Slank. Ternyata lebih jauh lagi kenal HS, banyak tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan HS. Brand dan band yang besar, pasti dimulai dari komunitas yang kecil,” cerita Kaka yang bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu.
Malam itu Slank total membawakan 18 lagu, termasuk di antaranya satu lagu anyar bertajuk Rusak Ancur dari Album Republik Fufufafa yang baru dirilis Juni 2026. Lagu itu mengkritisi tentang fenomena eksploitasi alam yang ugal-ugalan.
Grup musik asal Potlot Jakarta yang didirikan Bimbim sejak tahun 1983 silam itu mulai naik panggung pukul 21.50 WIB, selesai pukul 23.30 WIB. Konser berjalan kondusif.
Dari lagu-lagu yang dibawakan, tak sedikit yang bernuansa kritik sosial. sebut saja Naik-Naik ke Puncak Gunung (Album 8 – Mata Hati Reformasi, 1998), Kampungan (Album 2 – Kampungan, 1991), lagu Nagih Janji (Album 8, Mata Hati Reformasi, 1998) yang punya pesan memerangi Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).
“Lagu ini balik ke Mei 1998, zaman dulu kita sebutnya Kura-Kura Ninja, itu singkatan KKN, Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Semoga hari ini udah nggak ada lagi!” timpal Bimbim dari atas panggung.
Dia juga sempat bercerita semangat mau kolaborasi dengan HS karena ada satu kesamaan visi membawa perubahan lewat gerakan sosial. Sebab itu, sikap kritis Slank tetap ditunjukkan lewat lagu-lagu yang dibawakan di atas pentas.
“Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, protes di atas panggung. Pak Haji Suryo bilang ‘mereka (Slank) yang manggung aku yang deg-degan,” kata Bimbim saat sesi konferensi pers.
Sejumlah nomor manis juga dibawakan malam itu. Sebut saja lagu I Miss U but I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Shympaty Blues hingga Poppies Lane Memory.
Lagu Poppies Lane Memory punya cerita tersendiri. Lagu yang berangkat dari nama salah satu jalan di Bali itu masuk di Album Tujuh (1998). Bimbim ingat betul saat itu masih zaman kaset, terdapat di Side A pertama. Ketika itu lagu yang nge-hits di album itu adalah Balikin.
“Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom! (hari ini). Gen Z yang angkat, 20 tahun kemudian. Kalau kami bawakan di konser semuanya sing a long,” cerita Bimbim beberapa jam sebelum konser. Baca juga: Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Malam itu, omongan Bimbim benar terjadi. Ketika Slank membawakannya, puluhan ribu Slankers bernyanyi bersama dari awal sampai akhir.
Konser HS Hey Slank di Bandung itu juga tercatat membawa line up artist terbanyak di banding di 7 kota sebelumnya. Selain Slank, ada 8 grup musik yang diajak tampil berkolaborasi dengan HS.
Mereka yakni Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, Sleting Down, Afterskema, Mahalara, NiMBY. Kemudian 3 lagi adalah Stand Here Alone/SHA, DT09 dan Preman Disco. Ketiganya berasal dari Bandung.
Tak hanya pesta musik, lapangan pentas juga diramaikan dengan tenda-tenda UMKM , khususnya Slankerpreneur. Mereka berjualan makanan, minuman, handycraft hingga fesyen. Beberapa seniman juga tampak unjuk kebolehan membuat grafiti di media gambar yang sudah disediakan.
Pantuan di lokasi pentas, di sela-sela menunggu artist tampil, penonton tampak berbelanja di tenda-tenda UMKM yang digelar. Mereka membeli makanan, minuman, tak sedikit pula yang berbelanja fesyen maupun suvenir kerajinan tangan. Baca juga: Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Di luar pagar arena pentas, para pedagang tak kalah panjang berjajar. Termasuk pula beberapa Slankers, seperti; Slankers Cimahi, Slankers Priangan, berjualan kaus. Mereka merasakan manfaat gelaran pentas.
Spirit konser ini sejalan dengan tagline HS, berani kita beda dan mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi lokal di tiap kota yang disinggahi. “HS thankyou so much! Terimakasih. So far, so good, gara-gara tour Hey Slank ini, orang-orang pemberani berkumpul. Ada yang harus diubah!” kata Kaka Slank menyapa puluhan ribu penonton di venue.
Beberapa jam sebelum pentas, di sesi konferensi pers, Kaka sempat menceritakan mengapa Slank mau berkolaborasi dengan HS. “Pertama kali ketemu dengan Pak Haji Suryo (owner HS), langsung klik, proud of local product, local wisdom. Satu visi nih! Terciptalah Hey Slank. Ternyata lebih jauh lagi kenal HS, banyak tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan HS. Brand dan band yang besar, pasti dimulai dari komunitas yang kecil,” cerita Kaka yang bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu.
Malam itu Slank total membawakan 18 lagu, termasuk di antaranya satu lagu anyar bertajuk Rusak Ancur dari Album Republik Fufufafa yang baru dirilis Juni 2026. Lagu itu mengkritisi tentang fenomena eksploitasi alam yang ugal-ugalan.
Grup musik asal Potlot Jakarta yang didirikan Bimbim sejak tahun 1983 silam itu mulai naik panggung pukul 21.50 WIB, selesai pukul 23.30 WIB. Konser berjalan kondusif.
Dari lagu-lagu yang dibawakan, tak sedikit yang bernuansa kritik sosial. sebut saja Naik-Naik ke Puncak Gunung (Album 8 – Mata Hati Reformasi, 1998), Kampungan (Album 2 – Kampungan, 1991), lagu Nagih Janji (Album 8, Mata Hati Reformasi, 1998) yang punya pesan memerangi Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).
“Lagu ini balik ke Mei 1998, zaman dulu kita sebutnya Kura-Kura Ninja, itu singkatan KKN, Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Semoga hari ini udah nggak ada lagi!” timpal Bimbim dari atas panggung.
Dia juga sempat bercerita semangat mau kolaborasi dengan HS karena ada satu kesamaan visi membawa perubahan lewat gerakan sosial. Sebab itu, sikap kritis Slank tetap ditunjukkan lewat lagu-lagu yang dibawakan di atas pentas.
“Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, protes di atas panggung. Pak Haji Suryo bilang ‘mereka (Slank) yang manggung aku yang deg-degan,” kata Bimbim saat sesi konferensi pers.
Sejumlah nomor manis juga dibawakan malam itu. Sebut saja lagu I Miss U but I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Shympaty Blues hingga Poppies Lane Memory.
Lagu Poppies Lane Memory punya cerita tersendiri. Lagu yang berangkat dari nama salah satu jalan di Bali itu masuk di Album Tujuh (1998). Bimbim ingat betul saat itu masih zaman kaset, terdapat di Side A pertama. Ketika itu lagu yang nge-hits di album itu adalah Balikin.
“Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom! (hari ini). Gen Z yang angkat, 20 tahun kemudian. Kalau kami bawakan di konser semuanya sing a long,” cerita Bimbim beberapa jam sebelum konser. Baca juga: Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Malam itu, omongan Bimbim benar terjadi. Ketika Slank membawakannya, puluhan ribu Slankers bernyanyi bersama dari awal sampai akhir.
Konser HS Hey Slank di Bandung itu juga tercatat membawa line up artist terbanyak di banding di 7 kota sebelumnya. Selain Slank, ada 8 grup musik yang diajak tampil berkolaborasi dengan HS.
Mereka yakni Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, Sleting Down, Afterskema, Mahalara, NiMBY. Kemudian 3 lagi adalah Stand Here Alone/SHA, DT09 dan Preman Disco. Ketiganya berasal dari Bandung.
(poe)
Lihat Juga :