Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
Minggu, 05 Juli 2026 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Timy, vokalis Preman Disco bercerita berdirinya grup musik itu lahir dari sinetron komedi Preman Pensiun. “Bahagia sekali kami diajak kolaborasi di event ini,” katanya.
Direktur Komersial HS Tessa Arya Pradana bercerita, spirit kreatif, tumbuh dari grassroot musisi-musisi itu sejalan dengan HS, pabrikan rokok yang tergolong baru, dimiliki orang asli Indonesia, namun berani mendobrak pasar dengan aneka terobosannya.
“Spirit HS sangat relevan dengan Kota Bandung yang warga-warganya kreatif, berani membuat perubahan. Sejak saya kecil saya lihat fenomena ini di sini. Kami merasa kota ini sangat relevan dengan movements kami,” ungkap Tessa yang juga asli Bandung itu.
“Jadi di tiap pagelaran, kami selalu libatkan band dari Bandung. Kami percaya local heroes kalau diberikan ruang, kesempatan, mereka akan bisa tumbuh berkembang,” lanjutnya.
Spirit berani beda yang di usung HS, di antaranya; berani mempekerjakan karyawan difabel, karyawan tak berpengalaman hingga mendukung UMKM khususnya karya Slankers untuk dipamerkan di tiap venue konser.
Hari ini, di saat terjadi banyak PHK karyawan pabrik, HS justru mempekerjakan dan terus merekrut pekerja. Saat ini, pabrik rokok HS punya 4.756 karyawan; terdiri 3.627 pelinting rokok kretek alias Sigaret Kretek Tangan (SKT). Karyawan pabrik rokoknya berjumlah 1.053 orang. Selain itu, HS juga telah menerima 76 karyawan difabel untuk bekerja.
Dari segi bisnis rokok, sebut Tessa, wilayah Bandung Raya jadi market size terbesar nomor 2 di Indonesia setelah Lampung. Pada tahun 2025 di sini konsumsi rokok mencapai 800juta batang tiap bulan, di tahun 2026 tumbuh 5 persen, hampir 900juta batang tiap bulan. “Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi,” sebut dia.
Direktur Komersial HS Tessa Arya Pradana bercerita, spirit kreatif, tumbuh dari grassroot musisi-musisi itu sejalan dengan HS, pabrikan rokok yang tergolong baru, dimiliki orang asli Indonesia, namun berani mendobrak pasar dengan aneka terobosannya.
“Spirit HS sangat relevan dengan Kota Bandung yang warga-warganya kreatif, berani membuat perubahan. Sejak saya kecil saya lihat fenomena ini di sini. Kami merasa kota ini sangat relevan dengan movements kami,” ungkap Tessa yang juga asli Bandung itu.
“Jadi di tiap pagelaran, kami selalu libatkan band dari Bandung. Kami percaya local heroes kalau diberikan ruang, kesempatan, mereka akan bisa tumbuh berkembang,” lanjutnya.
Spirit berani beda yang di usung HS, di antaranya; berani mempekerjakan karyawan difabel, karyawan tak berpengalaman hingga mendukung UMKM khususnya karya Slankers untuk dipamerkan di tiap venue konser.
Hari ini, di saat terjadi banyak PHK karyawan pabrik, HS justru mempekerjakan dan terus merekrut pekerja. Saat ini, pabrik rokok HS punya 4.756 karyawan; terdiri 3.627 pelinting rokok kretek alias Sigaret Kretek Tangan (SKT). Karyawan pabrik rokoknya berjumlah 1.053 orang. Selain itu, HS juga telah menerima 76 karyawan difabel untuk bekerja.
Dari segi bisnis rokok, sebut Tessa, wilayah Bandung Raya jadi market size terbesar nomor 2 di Indonesia setelah Lampung. Pada tahun 2025 di sini konsumsi rokok mencapai 800juta batang tiap bulan, di tahun 2026 tumbuh 5 persen, hampir 900juta batang tiap bulan. “Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi,” sebut dia.
Lihat Juga :