Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Kamis, 02 Juli 2026 - 19:17 WIB
loading...
Anggota DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth menyebut Flyover Latumenten bisa mengurangi kemacetan hingga 40%. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat terus dikebut dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini. Infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40% itu ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama anggota DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth pada Kamis (2/7/2026).
"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti. Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten ini berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Warga meminta dirinya mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan menahun.
Baca juga: Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Karena saat itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk membangun flyover, Kent kemudian meminta agar dilakukan kajian dahulu terhadap permasalahan tersebut. Setelah kajian rampung, proyek Flyover Latumenten kemudian masuk ke proses lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," tuturnya
Lihat video: Pemprov DKI akan Bangun Flyover Latumenten Sepanjang 380 Meter
Kent menerangkan, Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta. Sebagai penghubung antar moda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
Dia menambahkan, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum karena menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," katanya.
"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti. Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten ini berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Warga meminta dirinya mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan menahun.
Baca juga: Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Karena saat itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk membangun flyover, Kent kemudian meminta agar dilakukan kajian dahulu terhadap permasalahan tersebut. Setelah kajian rampung, proyek Flyover Latumenten kemudian masuk ke proses lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," tuturnya
Lihat video: Pemprov DKI akan Bangun Flyover Latumenten Sepanjang 380 Meter
Kent menerangkan, Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta. Sebagai penghubung antar moda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
Dia menambahkan, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum karena menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," katanya.
(cip)
Lihat Juga :